oleh

Pelamar Naker ke Jepang Gratis, Bupati Talaud Beri Warning

Manado, Komentaren.net – Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut (E2L) menegaskan bahwa pelamar calon tenaga kerja (naker) ke Jepang, tidak dipungut bayaran. Bupati Lasut memberi warning agar staf penerima berkas pelamar tidak meminta pungutan.

“Pelamar cukup masukan berkas yang diminta, tidak ada pungutan bayaran. Saya peringatkan agar hal ini diperhatikan petugas yang menerima berkas pelamar,” ungkap Bupati E2L.

Para pelamar juga jangan terpedaya jika ada oknum yang menjanjikan dengan iming-iming meminta duit dari pelamar. Bupati menegaskan, soal biaya keberangkatan akan dibiayai bank, dan nantinya naker yang telah bekerja di Jepang, akan mengembalikan secara cicilan dari hasil gajinya.

Gaji UMR pekerja di Jepang nanti berkisar Rp22 juta sampai Rp27 juta. Belum lagi jika lembur.

Saat ini diperoleh informasi sudah 2000-an pelamar yang mendaftar, baik di Talaud maupun di Kantor Perwakilan Pemkab Talaud di Manado.

Menurut Bupati Lasut, Senin Pukul 14.00 Wita ini akan dilakukan tatap muka antara PT Koba selaku agen penyalur resmi naker ke Jepang dengan para pelamar. “Pertemuan dalam bentuk online, dan nantinya PT Koba akan memberikan penjelasan terkait program ini,” aku Lasut.

Nantinya, kata dia, pelamar akan ditraining 4 bulan soal bahasa, attitude dan masalah lainnya terkait kesiapan naker untuk bekerja di Jepang.

Bupati E2L menegaskan, calon naker nantinya harus serius dan memahami betul bahwa bekerja di Jepang, memerlukan disiplin diri. “Tidak boleh santai. Mereka sangat menghargai waktu,” katanya. (rik)