oleh

Pedagang Keluhkan Penataan Kios Pasar Inobonto

Komentaren.net-.Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak bulan Februari 2021 mulai melakukan penataan Pasar Inobonto.

Penataan dilakukan dengan cara membagi lahan yang masih kosong (belum ada Kios) kepada para pedagang, sementara pedagang membangun kiosnya secara mandiri.

Dalam proses pembangunan, timbul masalah baru, dimana para pedagang lama yang telah memiliki kios memprotes keputusan Kepala Dinas Perdagangan yang memutuskan sepihak letak bangunan Kios Mandiri dibangun membelakangi Kios Padagang Lama.

“Dan jarak antara tembok belakang kios mandiri dengan tirisan depan kios pedagang lama sangat sempit kurang lebih hanya 25 cm. Akibatnya kios pedagang lama akses jalannya menjadi tertutup dan kondisi ini sangat-sangat merugikan kami,” ujar seorang pedagang yang namanya enggan dipublish.

“Saat ini sudah ada beberapa kios pedagang lama yang tertutup aksesnya. Padahal kami telah menempati kios tersebut sejak tahun 1985. Sebenarnya hal ini sudah lama kami mengajukan keberatan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong mengatakan, bahwa keputusan pendirian lapak ini sudah melewati kajian dan musyawarah dari seluruh stakeholder.

“Semua itu tidak ada keputusan sepihak dan dibangun berdasarkan koordinasi semua pihak,” kata Tonny saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu (10/3/2021).

Ditambahkan, usulan yang diakomodir kemudian dilaksanakan secara demokratis. Namun ada-ada saja yang tak puas, dan itu wajar.

“Masalahnya juga complex karena dari 10 orang yang bersepakat, 9 yang ok, 1 yang kurang puas. Maka yang satu ini yang selalu mempermasalahkan,” tambahnya.

Dirinya menyebut, pedagang harus bersyukur karena pemerintah telah mengganti fasilitas lama ke fasilitas baru.

“Harusnya ini disyukuri dan dimanfaatkan. Dan para pihak terkait membangun komunikasi yang baik, supaya jika ada kurang puas dibahas bersama,” tuturnya.

“Namun pertimbangan akhirnya adalah terkait aspek kebutuhan bagaimana agar fasilitas sarana prasana dipasar Inobonto dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal untuk menopang pasar sebagai tempat kebutuhan ekonomi di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Menanggapi keresahan para pedagang tersebut, Ketua DPP Forum Komunikasi Warga Bolaang Mongondow Induk-JAKARTA Tomy Tampatty, SH meminta kepada Bupati Bolaang Mongondow Ibu Yasti Soepredjo Mokoagow agar dapat melakukan evaluasi atas  keputusan kepala Dinas Perdagangan terkait pelaksanaan penataan Pasar Inobonto.

Tomy Tampatty

Tampatty juga meminta agar Dinas Perdagangan tidak sepihak dan terkesan arogan dalam melakukan penataan pasar.

“Pemda harus melakukan pendekatan ulang dan berdialog dengan para pedagang dan harus mendengarkan masukan-masukan dari para pedagang,” ujarnya.

“Saya berharap Ibu Yasti Soepredjo Mokoagow bisa berkunjung ke pasar Inobonto dan berdialog langsung dengan pedagang karena kondisi ini bisa menimbukal konflik antar para pedagang,”  demikian tegas putra asli Bolaang Mongondow yang berkarir di Jakarta.
(Stvn)