oleh

PB Gabsi Gelar Kejurnas Antar Gabungan Online

Oleh: Bert Toar Polii

KOMENTAREN.NET, Manado – Judul di atas mungkin sedikit membingungkan untuk orang awam dan mungkin juga buat pemain yang belum lama menggeluti olahraga bridge.

Gabungan yang dimaksud diatas identik dengan Kabupaten/Kota saat ini. Gabungan digunakan sejak awal berdirinya Gabsi sehingga nama organisasinya Gabungan Bridge Seluruh Indonesia berbeda dengan PSSI misalnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PBSI Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.

Sempat terjadi perdebatan tentang apakah masih perlu menggunakan kata gabungan atau mengganti dengan Kabupaten/Kota. Ada yang ingin mempertahankan tapi jauh lebih banyak yang ingin menggantinya. Sesuai AD/ART Gabsi 2018 telah diganti dengan Kabupaten/Kota walaupun masih ada juga yang masih menggunakan Gabungan sampai saat ini karena sudah melekat kuat di benak orang. Contoh: GABMO Gabungan Bridge Manado yang bersaing dengan Gabungan Bridge Jakarta Pusat sebagai peraih terbanyak juara Antar Gabungan. Atau Gabrisem Gabungan Bridge Semarang yang kemudian muncul sebagai kuda hitam beberapa tahun terakhir ini.

Saat ini PB Gabsi lewat Komite Bridge Online akan menyelenggarakan Kejurnas Antar Gabungan Online yang rencananya digelar mulai tanggal 20 Juli 2020. Namun karena menunggu pendaftaran peserta jadwal resminya belum beredar. Tapi diperkirakan akan berlangsung sekitar 2-3 bulanan tergantung jumlah peserta.

Nomor-nomor yang akan dipertandingkan adalah Open, Ladies Mixed dan Senior Team dimana setiap Gabungan atau Kabupaten/Kota hanya boleh mengikutsertakan 1 tim. Untuk nomor senior team, peserta yang boleh ikut adalah peserta yang merayakan ulang tahun ke 62 pada tahun ini atau berusia minimal 62 tahun pada tahun 2020.

Berbeda dengan nomor junior atau kelompok umur, selain nomor resmi U16, U21, U26 dan U31 ditambah U12 dan U18. Walaupun istilahnya kelompok umur tapi dari edaran panitia maka U disini berarti Under. Dengan demikian maka umur maksimal peserta yang diperbolehkan adalah U – 1 atau kalau U31 maka umurnya maksimum 30 tahun atau 31-1.

Berbeda dengan kelompok umum, disini Gabungan atau Kabupaten/Kota boleh mengirimkan lebih dari 1 tim. Uang pendaftaran sebesar Rp. 400 ribu per team sedangkan Junior Rp.100 ribu per team. Pendaftaran terakhir 18 Juli 2020. Peserta harus didaftarkan secara resmi oleh Pengkot/Pengkab atau Gabungan Bridge yang diwakilinya.
Untuk pendaftaran silahkan hubungi Mirza 085280809559 atau Raf 0856 0856 5436.

Mengingat jumlah kabupaten/kota sebanyak 514 atau terbagi 416 Kabupaten dan 98 Kota, iven ini pasti akan menjadi turnamen bridge yang sangat menarik apalagi pemain bridge saat ini sudah semakin banyak. Problemnya masih banyak Kabupaten/Kota yang belum memiliki Pengkab/Pengkot Gabsi walaupun ada pemain bridge yang bisa mewakili.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, untuk turnamen perdana ini, Panitia Penyelenggara memberikan kemudahan agar semakin banyak pemain bisa ikut. Pemain boleh terdaftar di Kabupaten/Kota walaupun ia tidak berdomisili disana karena sesuai AD/ART dasarnya adalah anggota klub. Dengan demikian asal ada rekomondasi dari Pengprov atau Pengkot/Pengkab dalam hal pendaftaran akan diterima. Namun karena semua peserta wajib mendaftar sebagai anggota Gabsi maka pendaftaran ini otomatis akan menjadi data di kabupaten/kota dimana pemain itu terdaftar. Selanjutnya Pengkot/Penggab baru bisa mengurus untuk pembentukan Pengurus Baru.

Selanjutnya jika tahun berikut ingin berpindah maka harus mengurus surat mutasi sesuai aturan yang diterapkan PB Gabsi minimal 3 bulan sebelum iven yang akan diikuti berlangsung. Untuk mutasi harus ada ijin dari daerah asal dan tanda menerima dari daerah yang baru.

Semoga Kejurnas Antar Gabungan Online ini bisa mengembalikan marwah Kejurnas Antar Gabungan yang sangat prestisius ini sehingga sempat memperebutkan Piala Presiden.

Ketua Umum PB Gabsi Miranda S Goeltom mengharapkan agar turnamen ini bisa berlangsung sukses sekaligus menjadi awal pembenahan organisasi Gabsi dari Pengprov kemudian Pengkot/Penggab dan selanjutnya klub dan otomatis juga pendataan anggota Gabsi menjadi lebih baik dan lebih tertib. Selain itu kepada para pemenang juga akan diberikan master point sesuai Peraturan Master Point yang baru dan diterapkan mulai bulan Januari 2020. Apa pentingnya master point? Master Point selanjutnya akan menjadi dasar utama untuk pemanggilan atlet ikut seleksi nasional atau langsung ditunjuk sebagai tim nasional. Karena seleksi yang hanya berlangsung tidak lama waktunya tidak sepenuhnya mencerminkan kemampuan atlet. Berbeda dengan jumlah master point yang menggambarkan prestasi sepanjang masa.

Ayo ramaikan iven ini dan selamat bekerja untuk semua Panpel, semoga iven ini dapat terselenggara dengan baik, lanjut Ketum PB Gabsi. (*)