oleh

Panwascam dan Bawaslu Minsel Dirapid Test Massal

Joune

KOMENTAREN.NET – RAPID test massal bagi 228 ad hoc Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan dijadwalkan digelar Sabtu (27/06). Rapid test tersebut merupakan protokol covid dalam rangka menghadapi tahapan verifikasi faktual (Virtual) dukungan calon perseorangan pada 29 Juli mendatang.

Komisioner Bawaslu Minsel Franny Sengkey mengaku penerapan protokol covid bagi pengawas pemilu, merupakan bagian dari upaya memutus matai rantai penyebaran covid.

“Sebelum petugas kita turun ke lapangan untuk mengawasi proses verfak kita sudah lebih dulu memastikan mereka sehat, dan tidak ada dugaan covid melalui serangkaian rapid test,” ungkap Sengkey.

Sebagai penyelenggara pilkada tentu punya perasaan was-was. Apalagi tahapan verfak merupakan fase krusial. Karena harus secara door to door berhadapan dengan masyarakat banyak.

“Bisa saja epicentrum pandemi ada di kita. Atau pun di masyarakat. Sehingga untuk menetralisir dugaan dan menghilangkan perasan cemas. Ya kita terapkan prokol covid. Dites melalui rapid, ” terang komisioner yang familiar dengan rekan media itu.

Apabila test menunjukkan ada petugas ad hoc yang hasilnya reaktif yang bersangkutan terpaksa dengan senang hati harus tidak dinonaktifkan sementara. Untuk menjalani tes selanjutnya melalui SWAB.

Hal serupa ditambahkan Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Minsel Weinfry Tumbuan. Dia meyampaikan selain menerapkan rapid test bagi pengawas and hoc, ketika bertugas di lapangan nanti, Panwascam dan PKD juga sudah dibagikan APD berupa masker, face field, hand sanitizer, handscoon, rompi, topi dan I’d khusus. Untuk rapid test sendiri kata Tumbuan dilakukan kerjasama dengan Gugus tugas dan Dinas Kesehatan Minsel. (advertorial/*)