oleh

Pansus Mulai Bahas Kode Etik, Legislator Dilarang Melakukan Kekerasan Di Depan Publik

KOMENTAREN.NET- Sejumlah anggota DPRD yang masuk sebagai pansus kode etik dan tata beracara mulai melakukan pembahasan pasal demi pasal, Selasa (17/05) di ruang rapat Kantor DPRD Sulut.

Rapat pembahasan yang dipimpin oleh Ketua Pansus, Sandra Rondonuwu berlangsung menarik. Dari 20 pasal yang dibahas, sejumlah anggota pansus memberikan argumen dan usulan penambahan maupun penghapusan pasal dan ayat.

“Dari draft yang ada sekitar 20 pasal yang dibahas. Ada berbagai macam usulan yang disampaikan,”ujar Sandra yang juga srikandi PDIP itu.

Menariknya, salah satu pasal yang mengatur soal larangan bagi legislator adalah diusulkan, pimpinan dan anggota DPRD di larang melakukan kekerasab di depan publik. Hal ini diusulkan oleh Sandra Rondonuwu dan Inggried Sondakh.

Selain itu, ada juga ayat yang mengatur bahwa anggota DPRD dilarang menerima hadiah atau sesuatu imbalan dari pihak lain.

“Ini baru rapat pembahasan awal. Nanti ada kelanjutan pembahasan untuk memperdalam. Pansus akan berupaya agar bisa selesai secepatnya dan sesuai aturan dan perundang-undangan. ada juga yang sudah diatur dalam tata tertib serta peraturan pemerintah,”Tutup Sandra, yang juga ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut.

Sejumlah legislstor yang ikut dalam pembahasan antara lain, Inggried Sondakh, Mad Wongso, Vonny Paat, Berty Kapoyos, Boy Tumiwa, Hery Rotinsulu, Ayub Ali dan Agustine Kambey.(mon)