oleh

PAN Tuding Gerindra Kasar

KOMENTAREN.NET, MANADO – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, sukses berkampanye sekaligus menyapa ribuan pendukungnya di Lapangan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Minggu (24/03) kemarin. Namun dibalik sukses itu, Partai Amanat Nasioal (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di kota ini, malah berseteru. Pihak PAN pun menuding Gerindra kasar dalam momen kampanye tersebut.

“Kami Pengurus DPD PAN Kota Manado sangat kecewa dan menyesal insiden pada kampanye rapat umum ini. Pertama, Wasekjend DPP PAN, Deddy Dolot, tidak diperkenankan naik di atas pangggung. Kemudian kedua, kami sangat kecewa dengan perlakuan kasar kader-kader Partai Gerindra kepada Ketua DPD PAN Kota Manado Boby Daud, yang merampas mic dan mendorong untuk turun dari panggung. Ada juga yang menyebut Boby Daud sebagai pengacau. Kami tidak terima,” tegas Ismet Muhammad selaku Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) melalui surat penyataan sikap yang diekspos di media sosial.

Dalam surat itu, DPD PAN juga mengaku sangat kecewa terhadap kader Partai Gerindra yang tidak mengizinkan atribut seperti bendera dan baliho caleg PAN, di pasang di sekitar panggung utama kampnaye. “Perlu kami sampaikan dalam kampanye Pak Prabowo, PAN Kota Manado mengerahkan kekuatan masa dan sekuat tenaga menghadirkan ribuan masa PAN. Tapi kalau kami akhirnya diperlakukan seperti ini, kami mempertanyakan komitmen kerjasama koalisi partai khususnya di Kota Manado,” selorohnya. Sekretaris DPD Gerindra Sulut Melky M Suawah belum berhasil dimintai tanggapan soal ini. Namun Ketua DPC Gerindra Kota Manado Apriano Saerang ST yang dikonfirmasi terpisah menduga polemik itu terjadi hanya karena miss communication.

“Rupanya terjadi insiden tak mengenakan. Di lapangan semangat penyelenggara mungkin terlalu berlebihan. Tapi sebenarnya tidak ada masalah. Hanya miss communication,” tutur Saerang. Menurut dia, persoalan itu tidak melibatkan partai, melainkan oknum per oknum. “|Ini oknum bukan partai. Bisa juga itu pengamanan dari Jakarta. Pak Boby saat itu tidak menggunakan id card. Tapi awalnya dia sudah di atas panggung. Dan id card sudah diberikan ke PAN sebelumnya,” bebernya Menurut Saerang, polemik tersebut akan dibicarakan bersama dalam waktu dekat.

“Kami tidak mengharapkan hal seperti itu terjadi. Kalo ada kelemahan atau kesalahan dari pihak Gerindra, mohon dimaafkan. Tapi sekali lagi ini akan dibicarakan dengan teman saya, saudara saya Pak Boby Daud dan teman-teman di PAN,” tukas Saerang yang juga mengatakan pembagian spot atribut di lokasi kampanye dan panggung, dibagi sama. “Kalau untuk atribut parpol sama. Tapi untuk baliho caleg, saya tidak tahu,” kuncinya.(yha)