oleh

Olly Dondokambey: Pelabuhan Bitung Akan Menjadi Pusat Perekonomian Wilayah Timur RI

KOMENTAREN.NET, Bitung – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE nampaknya akan terus berkomitmen all out dalam memajukan Sulut sebagai Garis terdepan (Garda) pintu perekonomian kawasan Timur Indonesia.

Dimana dalam kehadirannya pada acara Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Ekspor Langsung (Direct Call) dari Pelabuhan Hubungan Internasional Bitung yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara di Gedung Keuangan Negara Manado yang diikuti oleh seluruh instansi terkait dan stakeholders yang ada di Sulawesi Utara. Gubernur mengatakan bahwa pihaknya akan menjadikan pelabuhan Bitung akan menjadi pusat perekonomian wilayah Timur RI.

OD berjanji kedepan akan mempermudah regulasi yang ada untuk memaksimalkan Pelabuhan Bitung demi mewujudkan menjadi pusat pemasukan dan pengeluaran barang serta menjadi pusat perekonomian untuk wilayah timur Indonesia. “Kita harus mau serius dan kerja bersama-sama untuk benar-benar mewujudkan mimpi kita dan menerobos tantangan yang ada. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap hadir dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh kita semua agar ekspor langsung dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung dapat terwujud,” tandasnya.

Sementara itu Cerah Bangun Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara mengutarakan bahwa Pelabuhan Bitung merupakan salah satu dari dua Pelabuhan Hub Internasional yang ada di Indonesia, bersama dengan Pelabuhan Kuala Tanjung. Berlakunya pembatasan impor yang mempersulit masuknya barang ke Pelabuhan Bitung, dengan bantuan Bapak Gubernur mampu membuat Menteri Perdagangan langsung mencabut aturan tersebut dan seluruh barang dapat masuk ke Pelabuhan Bitung sekarang.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan narasumber Cerah Bangun selaku Kepala Kanwil DJBC Sulbagtara, Jenny Karou selaku Kadisperindag Sulawesi Utara, dan  GM PT Pelindo 4 Dameanto M Pangaribuan (Persero) Terminal Petikemas Cabang Bitung.

Dari hasil diskusi ini, menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan dieskalasi untuk menemukan jalan keluarnya, antara lain: Pertama bahwa pentingnya ekspor direct shipping dari Pelabuhan Bitung untuk mengurangi waktu dan biaya logistik. Kedua, perlunya kebijakan yang menghapus hambatan-hambatan perdagangan internasional khususnya untuk produk asli dari Sulawesi Utara. Ketiga, perlunya menggandeng daerah Indonesia timur lainnya untuk mewujudkan direct shipping. Keempat, perlunya semua pihak ikut mendukung penuh untuk merealisasikan ekspor langsung menggunakan direct call dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung. “If there is a will, there is a way,” ucap Cerah Bangun menutup Focus Group Discussion hari ini.(nan)