oleh

Menseskab Pramono Anung dan Joune Ganda Kehilangan Sosok Ayah

MENINGGALNYA Sunarto Harjosuwarno pada usia 86 tahun, Selasa (22/10) lalu, membawa kesedihan yang mendalam bagi Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung dan Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Joune Ganda SE. Almarhum adalah ayah mertua Pramono Anung dan ayah asuh dari Joune Ganda.

Bagi kedua politisi PDIP ini, Sunarto Harjosuwarno adalah orang yang sangat berarti dalam kehidupan mereka. Kesedihan mendalam terpancar ketika Pramono dan Joune bersama keluarga mengiring sang ayah ke pemakaman, Rabu (23/10/2019).

Jenazah diberangkatkan dari persemayamannya di BSD, dan dimakamkan pukul 11.00 WIB di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat. Pramono Anung hadir dalam proses pemakaman. Ia mengenakan baju batik coklat, sedangkan Joune Ganda mengenakkan kemeja hitam didampingi istri tercinta. Seusai pemakaman, terlihat keluarga Pramono dan Joune Ganda yang memiliki kekerabatan yang sangat dekat, berfoto bersama di makam almarhum.

Bagi Joune Ganda sendiri, kepergian sosok ayah asuhnya itu, membuat pengusaha nasional asal Minahasa Utara ini merasakan sebuah kehilangan yang besar diiringi duka mendalam bagi dia dan keluarganya.

Pasalnya, almarhum adalah orang yang sangat berarti dalam kehidupan Joune Ganda sehingga bisa sukses seperti sekarang ini.  “Beliau sangat berjasa dalam hidup dan karir saya. Saya sangat merasa kehilangan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa akan menerima segala amal baik yang pernah dilakukan ayah tercinta,” ungkap pria bersahaja pemilik Raewaya Group itu.

Diakuinya, banyak wejangan dan kenangan manis yang akan tak pernah dilupakan sepanjang hidupnya bersama Sang Ayah, Sunarto Harjosuwarno. “Sulit bagi saya dan keluarga melupakan jasa baik beliau.”

Seperti diketahi Sunarto Harjosuwarno bin Suparman menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 22 Oktober 2019 pukul 13.58 WIB, dan tutup usia pada 86 tahun, di Jakarta. (sbr/rik)