oleh

Masalah Pemasaran Kelapa, Olly: Selalu Masih Harus ke Jawa Dulu

SELAIN mendorong kualitas kelapa di Sulawesi Utara, Gubernur Olly Dondokambey dalam video conference membahas pengembangan kelapa di Sulut dengan Kepala Balai Penelitian Tanama Palma (Balit Palma) Kementerian Pertanian RI, Ismail Maskromo, Senin (22/06/2020), menyorot terkait persoalan pemasaran.

Gubernur Olly menegaskan, saat ini dia tengah berupaya meningkatkan pemasaran kelapa dengan mendorong jalur pemasaran internasional melaui Manado dan Bitung guna mengurangi biaya transportasi. Pasalnya saat ini diakuinya, produk kelapa masih harus ke Jawa dulu dan tidak bisa langsung.

“Masalah pemasaran, karena distribusi kita masih selalu harus ke Jawa (dulu). Tugas saya supaya jalur Bitung-Manado ini (go) Internasional dan bisa dibuka secara seluas luasnya, sehingga produk kelapa ini mendapatkan nilai tambah yang lebih. Sebab sampai saat ini memang nilai tambah buat para petani kelapa belum dirasakan secara maksimal, karena pertama dikenakannya PPN 10% hasil-hasil pertanian sehingga banyak harganya menurun. Kedua biaya transportasi masih mahal dan harus ke Jawa dulu baru naik lagi ke atas. Itu kendala-kendala yang harus diperbaiki, supaya betul-betul kelapa itu dapat dirasakan secara langsung seperti dulu lagi,” pungkas Gubernur Olly. (vil/*)