oleh

Masa Jabatan KPU RI Berakhir 2022, Ini Putera Sulut yang Layak Bertarung ke Pusat

MASA jabatan anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI bakal habis 2022 mendatang. Dengan demikian Pemilu dan Pilkada serentak 2024, akan ditangani komisioner KPU RI yang baru untuk masa bakti 2022-2027.

Menariknya, kompetisi calon komisioner KPU RI ini akan ramai bahkan sengit, mengingat lamaran terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat se-Indonesia. Termasuk kalangan putera-puteri dari Sulut yang disebut-sebut memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional tersebut. Putra Sulut harus mampu memecahkan mitos, agar ada komisioner KPU RI asal Sulut.

Informasi yang dirangkum wartawan, kursi KPU RI menjadi target sejumlah putera Sulut yang saat ini sedang berkiprah di KPU daerah maupun Bawaslu. Dan mereka cukup mumpuni untuk bersaing di tingkat nasional.

Di antara nama yang layak dan berpengalaman untuk maju ke jenjang KPU RI, adalah DR Ardiles Mewoh. Saat ini Mewoh adalah Ketua KPU Sulut. Berikut jajaran KPU Sulut seperti Yessy Momongan, Meidy Tinangon, Lanny Oentu dan Salman Saelangi, bisa bersaing berkat pengalaman mereka menukangi KPU Sulut dengan baik di Pemilu 2019 dan Pilkada Sulut 2020.

Sementara dari Bawaslu, selain Herwyn Malonda, nama Alfred T.F Sengkey SE SH yang saat ini menjabat anggota Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan, juga dinilai layak untuk maju dalam pemilihan KPU RI.

Pria yang akrab disapa Franny Sengkey ini terbilang istimewa, karena dia adalah komisioner Bawaslu dengan latar belakang wartawan yang memiliki pengalaman ‘terlama’ sebagai komisioner di Bawaslu, sehingga dari segi pengetahuan dan pengalaman kepemiluan, tak diragukan lagi. Franny telah berkiprah di penyelenggara pemilu sejak tahun 2002, dan sampai saat ini 2021, masih menjabat anggota Bawaslu.

Terkait kompetisi KPU RI ini, Jhonny Suak SE MSi selaku mantan pimpinan Bawaslu Sulut berpendapat, siapa saja WNI yang memenuhi syarat, bisa mendaftar dalam seleksi anggota KPU RI. Itu merupakan hak masing masing, katanya, asalkan harus memenuhi semua persyaratan dan kriteria yang ditetapkan.

Menurut Suak, nama seperti Ardiles, Yessy, Meidy, Lanny, Salman, dan Franny Sengkey serta penyelenggara pemilu yang lain saat ini, adalah orang-orang yang memenuhi syarat untuk berkompetisi, sebab mereka semua punya rekam jejak kepemiluan yang memadai dan punya pengalaman.

Namun diingatkannya, jika ingin maju ke KPU RI, harus mempersiapkan diri dari sekarang, karena kompetisi di KPU RI sangat berat, karena pelamarnya bisa ratusan orang dan yang dijaring hanya 7 orang sebagai anggota KPU RI.

Mencuatnya nama Franny Sengkey SE SH, mendapat dukungan kalangan wartawan. Salah satunya Jimmy Endey, wartawan Senior asal Sulut yang banyak berkiprah di peliputan nasional.

Menurutnya, sudah sepantasnya penyelenggara pemilu berlatar belakang jurnalistik didorong untuk maju berkompetisi di KPU RI. Namun begitu, dia juga mengingatkan, harus ada persiapan yang matang untuk berkompetisi menuju kursi KPU RI.

Selain pengetahuan dan kompetetnsi serta integritas, Endey juga menyebut perlunya jaringan dan relasi yang kuat untuk bisa masuk dalam radar tim seleksi di KPU RI. Namun sebagai wartawan, dia yakin soal ini sangat dipahami Franny. “Malah sebagai wartawan, jaringan dan relasinya pasti luas baik di daerah maupun di pusat,” katanya. (mon)  

Nama-nama Putra-putri Sulut yang layak berkompetisi di Kursi KPU RI:

1. DR Ardiles Mewoh MSi

2. Yessy Momongan STh

3. Meidy Tinangon MSi

4. Lanny Oentu SE

5. Salman Saelangi S.Kel

6. Alfref T. F Sengkey SE SH