oleh

Maramis: Musda Kadin 2019 Inprosedural

KOMENTAREN.NET, Manado – Pelaksanaan Musyawarah Daerah Kamar Dagang dan Industri DPC Kota Manado yang dihelat Selasa (25/06) lalu, dinilai inprosedural. Sebab saat ini, pengurus periode 2017-2022, masih aktif bekerja menjalankan roda organisasi.

Ketua Dewan Pembina Kadin DPC Kota Manado Roy Maramis SH mengatakan, keberadaan pengurus Kadin Manado yang ada saat ini adalah pengurus yang sah berdasarkan hasil Musda Kadin Manado tanggal 29 Mei 2017 lalu. “Ini apa-apaan ada musda tahun ini? Periode pengurus saat ini belum berakhir kiapa so so ada musda lagi?” semprot Maramis kepada sejumlah wartawan di Rukop Wale Jalan Samrat, Rabu (26/06) sore.

Ia menegaskan, Musda Kadin 2017 adalah sah karena telah terdaftar atau teregister di tingkat DPP Kadin. “Saya ketua sidangnya tahun 2017. Waktu itu musdanya diselenggarakan di Ibi Hotel Boulevard. Jadi musda kemarin itu, inprosedural dan hasilnya adalah ilegal,” koarnya. Maramis yang juga Anggota DPRD Manado ini kemudian menegaskan hasil Musda Kadin Manado 2017 lalu diteken oleh Wisnu W Pettalolo selaku Komisi Tetap Bidang Organisasi DPP Kadin.

“Jadi SK-nya diteken beliau yang bertepatan saat itu dipercayakan juga sebagai kareteker Ketua (Kadin) Sulut. SK-nya nomor Skep/038/DP/VIII/2017. Jadi kenapa ada musda lagi kemarin?” sindirnya sembari tertawa lepas. Di satu sisi Maramis menegaskan persoalan ini akan segera disampaikan ke Walikota Manado selaku Dewan Penasehat serta ke DPP Kadin. “Kami pengurus yang sah saat ini tinggal mencari waktu yang pas untuk audiens dengan walikota. Saat ini kami memaklumi kesibukan pak wali. Lagian ini tidak harus buru-buru karena musda mereka ilegal,” selorohnya.

Menariknya, Maramis sedikit menyentil tempat pelaksaan musda Selasa lalu yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado. “Ini organisasi pengusaha atau politik? Ini menurunkan kredibiltas kalangan pengusaha. Masa musdanya dorang beking di kantor walikota. Bekeng malo jo,” sindirnya keras. “Memang kacau balau dorang itu. Masa musda mereka tahun ini katanya musda keenam padahal musda kami tahun 2017 lalu itu sudah musda ketujuh. Jadi turun-turun dang ini?” tukasnya tertawa lepas. Sayang hingga berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil mendapat konfirmasi dari pengurus DPD Kadin Sulawesi Utara.(yha)