oleh

Mantan Wulan Tomohon Coblos Pilpres di Panama

PENCOBLOSAN Pilpres bagi warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri sudah dimulai. Salah satu yang sudah melaksanakannya kemarin (10/04) adalah di Panama City, Amerika Selatan. Ada dua TPS (tempat pemungutan suara) yang dibuka untuk mengakomodir para pemilih di sana. Satu di KBRI setempat dan satunya lagi di pelabuhan terdekat.

Menariknya, salah satu warga kawanua yang ikut mencoblos di Panama adalah Inggrid Pijoh. Mantan Wulan Tomohon ini merupakan satu-satunya warga kawanua dari ratusan WNI yang tinggal dan bekerja di Panama. Diwawancarai via whats app, Inggrid mengaku sudah tinggal selama 6 tahun di Panama.

“Ini kedua kalinya saya mencoblos di Panama,” aku Inggrid yang telah menikah dengan warga Kroasia dan berprofesi sebagai pengusaha di Panama. Kepada Komentaren, Inggrid mengatakan hidup di Panama dia diperhadapkan pada kultur warga setempat yang unik.

“Panama itu mirip Bali, tapi versinya lebih kecil. Ini merupakan kota turis, jadi di sini hidup dan bertetangga dengan orang-orang pendatang juga,” katanya. Dikatakannya, orang-orang di Panama, kurang mau bekerja. “Mereka maunya ba pesta terus. Kerja asal-asalan,” katanya. Dan hal itu merupakan kesulitan yang harus dia hadapi bersama suami terkait pekerjaan mereka.

“Karena pekerja banyak malas, torang pe kerjaan konstruksi yang seharusnya selesai cuma 1 setengah tahun, melorot sampai 5 tahun. Karena itu nda tapulang-pulang ini karena baku urus dengan ini kerja yang molor,” kisahnya. Namun begitu, dia mengatakan itu bagian dari resiko kerja yang harus dihadapi.

Inggrid mengaku sangat merindukan kampung halaman, dan ingin pulang untuk bertemu keluarga dan saudara-saudaranya. Namun saat ini dia ingin berkosentrasi dulu pada pekerjaan, dan bila sudah bisa mengumpulkan uang banyak, dia akan pulang.

Sementara dalam pemilihan di Panama kemarin, Inggrid mengaku dipercayakan sebagai panitia pemilihan. Ketika ditanyai siapa yang menang dalam pencoblosan di Panama, dia mengatakan kertas suara baru akan dibuka 17 April nanti bersamaan pencoblosan di Indonesia. “Tapi waktu Pilpres 2014 lalu, yang menang di sini Jokowi,” katanya. (sbr/rik)