oleh

Likupang Super Prioritas, Tapi Internetnya ‘Super Slow’

WARGA masyarakat di Likupang gembira dan bangga wilayahnya masuk destinasi pariwisata super prioritas. Namun seiring ditetapkannya KEK Pariwisata (Tanjung Pulisan) Likupang oleh Presiden Jokowi setahun lalu, masalah jaringan internet sebagai salah satu infrastruktur penting di era digital ini, masih dikeluhkan masyarakat setempat.       

“Internet masih susah. Saya sudah pakai dua buah antena penguat signal, tapi tetap saja begitu,” keluh Nikodemus Oleh, Hukum Tua Desa Kinunang yang berada di Wilayah Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Kinunang merupakan salah satu desa yang berada di ‘episentrum’ KEK Likupang. Bahkan di desa ini merupakan lokasi pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Manado-Likupang. Sejumlah homestay bagi wisatawan juga hadir di sana.

Namun sayang, wilayah dalam kawasan super prioritas itu, jaringan internetnya ‘super slow’. Padahal di era pandemi ini, jaringan internet sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam upaya kegiatan-kegiatan non-fisik, seperti zoom meeting yang kini menjadi platform primadona di perkantoran, sekolah bahkan gereja dan berbagai elemen masyarakat.  

Nikodemus mengaku, selaku pemerintah desa pihaknya terganggu dalam upaya penerapan protokol kesehatan karena internet yang lemot dan sering ‘ilang-ilang’ signal tersebut. Kata dia, sulit menyampaikan informasi ke masyarakat secara cepat dengan fasilitas komunikasi yang berbasis internet.

Infrastruktur penunjang internet di daerah super prioritas, merupakan salah satu program yang digenjot Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Namun Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) Kominfo Anang Latif menjelaskan, jaringan internet di lima destinasi tersebut memiliki kualitas beragam. Kualitas ditentukan berdasarkan kondisi geografis di setiap daerah.

Dan kata dia, dari daerah-daerah super prioritas tersebut, memang wilayah Likupang yang kondisi jaringan internetnya paling rendah. Ini dipicu ketertinggalan pembangunan infrastruktur penunjang jaringan internet.

 “Ini menjadi PR kami bersama operator telekomunikasi,” katanya. Dia mengatakan, akan membangun jaringan internet di Likupang, seiring dengan (pembangunan) infrastruktur lainnya yang saat ini sedang dikerjakan. (vil)