oleh

Lembeh Simpan Potensi Besar, Jokowi Bangun Jembatan

POTENSI besar yang tersimpan di Pulau Lembeh, Kota Bitung, membuat Presiden Jokowi kepincut untuk dieskplore sebagai salah satu asset pariwisata Sulawesi Utara dan nasional yang berpotensi mendunia. Bahkan tak tanggung-tanggung, Jokowi dalam aku instagramnya melontarkan pujian atas keindahan pulau ini.
“Sulawesi Utara tidak hanya punya Taman Nasional Bunaken di Teluk Manado, tapi juga Pulau Lembeh. Pulau ini punya pesona keindahan pantai, resor juga lokasi penyelaman lautnya. Melihat potensi pulau ini, pemerintah pusat hendak membangun jembatan yang akan menghubungkannya langsung ke daratan Kota Bitung. Jembatan sepanjang satu kilometer itu akan membelah perairan sempit Selat Lembeh dan terhubung dengan jalan tol Manado-Bitung jika selesai tahun depan,” kata Jokowi.
Dana awal Rp500 Miliar disiapkan untuk pembangunan jembatan yang akan dimulai 2020 depan. Pulau Lembeh sendiri disebut-sebut “Surga Tersembunyi di Bitung” karena menyimpan keindahan bawah laut yang luar biasa cantiknya.
Tak heran jika Dive Magazine pernah memproklamirkan bahwa spot diving di kedalaman laut Pulau Lembeh masuk dalam jajaran lima besar terbaik dive spots di Asia Pacifik. Sementara sebuah sumber di kalangan pejabat pemprov Sulut mengungkapkan sebuah nilai tambah bagi Lembeh.
Menurutnya, Lembeh yang terletak di Kota Bitung, ternyata bukan hanya indah dan eksotis saja. Pulau yang hanya berjarak 100 meter dari pelabuhan Bitung ini, disebut-sebut menyimpan “harta karun” yang sangat besar untuk perekonomian Sulawesi Utara, bahkan Indonesia. Ini terkait letaknya yang sangat strategis dalam jalur penerbangan di ASEAN dan Asia Pasifik. Dikatakan sumber, letak Pulau Lembeh berada di alur lintasan penerbangan internasional.
“Coba Anda lihat lewat aplikasi yang mendeteksi penerbangan international, hampir semua pesawat melewati pas di atas Pulau Lembeh,” ungkapnya. Hal ini sebenarnya sudah diketahui pemerintah sejak lama, sehingga sudah pernah ada pengusulan untuk membuat bandara di Pulau Lembeh. Namun konon, rencana ini diketahui Singapura. Singapura, kata Manumpil, kuatir jika Lembeh dijadikan bandara, akan berimbas pada mereka, karena bandara di Lembeh jauh lebih strategis dibandingkan bandara Changi, Singapura. Oleh sebab itu, waktu diusulkan dulu soal bandara di Lembeh, ada upaya dari Singapura untuk ‘menghambatnya’.
“Kini pemerintah kembali mengangkat rencana tersebut, yakni merencanakan pembuatan lapangan terbang di Lembeh, tapi untuk sementara akan dibuatkan jembatannya dulu,” ungkap sumberseraya menambahkan, ‘grand design’ Bandara Pulau Lembeh sudah dimasukkan dalam “Business Opportunities Integrated Development Planning: Infrastruktur”. Ada beberapa investor yang tertarik untuk membangun bandara di Lembeh, di antaranya dari Jepang dan China. (nan/sbr)