oleh

Kursi 01 Polimdo Ditentukan 35 Persen Suara Menteri

PEMILIHAN Calon Direktur (Cadir) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) periode 2020-2024 telah mengusung tiga nama calon, masing-masing  Olga Melo, Debby Wilar, dan Daisy Sundah. Pada pemilihan yang berlangsung di ruang Rapat Senat Rektorat Polimdo, Selasa (12/05/2020), Olga Melo meraih 13 suara senat, diikuti Debby Wilar (10 suara) dan Daisy Sundah (1 suara). Total anggota senat yang memberikan suara ada 24 orang atau 65 persen dari seluruh voters. 35 persen lainnya adalah suara Mendikbud.   

Pemilihan untuk menentukan pemilik ‘kursi 01 Polimdo’ (baca: Direktur Polimdo) masa bakti 4 tahun ke depan, akan digelar 24 Juni 2020 mendatang. Jika melihat suara yang diraih Melo, meski meraih suara terbanyak di penjaringan tiga besar Cadir, namun posisinya belum ‘aman’ mengingat 35 persen suara menteri akan memberi pengaruh yang sangat signifikan.  

Seperti diketahui, jumlah total suara pada pemilihan calon direktur Polimdo adalah 37 suara. Rinciannya 24 suara (65%) senat ditambah suara menteri 35 persen. Jika dikonversi ke suara, hak menteri yakni 12,9 suara yang dibulatkan 13 suara. Ini berarti setiap anggota senat memiliki 1 suara, sedangkan menteri memiliki 13 suara.

Seorang calon direktur dikatakan sebagai pemenang bila memperoleh suara lebih dari 50%, atau 18,5 yang dibulatkan 19 suara. Dengan kata lain bila salah satu dari 3 calon direktur yang telah ditetapkan dalam tahap penyaringan direktur (pada penyaringan tgl 12 Mei 2020) memperoleh suara sebanyak 6 suara anggota senat dan bisa mendapatkan 13 suara menteri (sapu bersih), maka calon tersebut menjadi pemenang.

Melo yang saat ini sudah memperoleh 13 suara, jika mampu mempertahankan suaranya di pemilihan 24 Juni, dia tentunya masih memerlukan lagi suara dari menteri. Melo minimal harus mampu mendapatkan 6 suara menteri (dari 13 ‘kuota’ suara yang menjadi hak menteri) agar dinyatakan sebagai pemenang.

Sedangkan Kans Debby Wilar juga masih sangat terbuka dengan syarat dia mempertahankan 10 suara yang diperoleh saat ini dari senat, dan mampu meraup 9 suara dari menteri.

Sedangkan Daisy Sundah, hampir tidak memiliki peluang untuk menang karena hanya meraih 1 suara. Namun bukan berarti kansnya sudah tertutup sama sekali. Sundah masih berpeluang namun perlu ‘mujizat’. Dia perlu kerja keras untuk memanfaatkan waktu yang ada (sebelum pemilihan akhir tanggal 24 Juni 2020) guna ‘merayu’ para anggota senat guna mendapatkan minimal 6-7 suara mereka, dengan catatan pada pemilihan akhir, dia mampu menyapu bersih 35 persen suara menteri.

Seorang anggota senat Polimdo mengatakan, suara menteri memang tidak bisa diprediksi. Bisa saja menteri memberikan suaranya sama rata bagi ketiga cadir. Tapi bukan tidak mungkin menteri akan memberikan suara terbanyak untuk salah satu cadir, atau malah memberikan seluruh suara 35 persennya untuk salah satu  calon saja. “Itu hak menteri.”

Menurut sumber, itu nantinya tergantung bagaimana para cadir menarik simpati menteri lewat presentasi sebelum pemilihan. Ketiga cadir nantinya akan diwawancarai menteri. Namun teknisnya belum diketahui, apakah menteri akan datang langsung atau mengutus wakilnya mewawancarai ketiga calon. Atau karena pandemi Covid-19 saat ini, kata sumber, menteri bisa saja hanya melakukan wawancara lewat jarak jauh seperti video conference. Baru kemudian dalam pemilihan nanti, dia mengirim wakil dalam pemilihan untuk ikut memberikan suara bersama 24 anggota senat.

“Dari hasil wawancara dan tanya jawab itu, menteri akan menentukan siapa yang akan dipilihnya. Tentunya parameter kualitas materi presentasi dan visi misi cadir serta backgroundnya akan menentukan nantinya,” ungkap anggota senat tersebut. Di satu sisi, ada faktor non teknis yang perlu diperhitungkan terkait kemana suara menteri nantinya. “Ya tentu bagaimana approach para cadir dengan pihak kementrian di pusat,” pungkasnya tanpa merinci panjang lebar. (vil/sbr)