oleh

KPK Ditantang Ungkap Dugaan Korupsi Ditubuh Garuda Indonesia

Ketua Sekarga, Tomy Tampatty saat diwawancarai di Gedung KPK.(foto/ist)

Komentaren.net-.Ketua Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tomy Tampatty terus berupaya menguak dugaan korupsi di tubuh PT.Garuda Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan melakukan kunjungan ke kantor Komisi Pemberantasan korupsi Korupsi (KPK), Selasa (9/11/2021).

Dirinya berharap KPK segera mengusut dugaan korupsi di dalam PT.Garuda Indonesia yang sudah berlangsung lama.

“Dugaan korupsi terkait pengadaan pesawat oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. sudah berlangsung sejak 2006 silam,” ujar Tampatty usai menyerahkan surat dukungan kepada KPK agar melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan korupsi tersebut.

“Saya kira di media sudah tersebar pernyataan dari mantan komisaris Garuda Indonesia yang menyatakan bahwa pengadaan pesawat itu ada indikasi mark up. Kami minta KPK melakukan pengusutan terhadap indikasi yang ada,” tambah Tampatty yang merupakan Putra Asli Bolaang Mongondow ini.

Ditambahkan, masalah dugaan ini sudah beberapa kali dilaporkan ke KPK. Hanya saja belum tindak lanjut sampai saat ini.

Padahal, dia menduga mark up telah terjadi sejak Garuda Indonesia pertama melakukan pengadaan pesawat pada 2006 silam.

Pengadaan pesawat tersebut menurutnya juga telah disetujui oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN.

Selain itu, Tomy mengatakan bahwa indikasi dugaan korupsi di tubuh Garuda juga terjadi dalam proses penunjukan konsultan secara langsung yang nilainya mencapai Rp800 Miliar yang terjadi di tahun 2020 sebagaimana yang sudah diungkapkan di Media oleh mantan Komisaris Garuda Indonesia Peter F Gontha.

“Kami harap KPK juga harus melakukan pengusutan, dan mudah-mudahan ini menjadi pintu masuk KPK untuk melihat beberapa transaksi, baik pengadaan pesawat, baik pengadaan mesin pesawat dan transaksi lainnya yang juga pernah kami laporkan,” jelasnya.

Sekarga mengaku siap memberikan data-data yang belum ia serahkan terkait dugaan korupsi tersebut kepada KPK untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kami punya datanya,” ungkapnya.

Dirinya meminta KPK serius menyelidiki dugaan kasus korupsi ini sehingga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Ini penting kami sampaikan biar tudingannya itu jelas, siapa yang jadi maling di republik ini terkait dengan pengadaan pesawat,” pungkasnya.
(*/stvn)