oleh

Kolintang Diperjuangkan ke UNESCO

KOMENTAREN.NET, Manado – Alat musik Kolintang asal Sulawesi Utara adalah warisan budaya Indonesia. Dan kini, identitas tersebut sedang diperjuangkan ke UNESCO, badan urusan kebudayaan dalam organisasi dunia PBB.

Adalah Ibu Penny Marsetyo, istri dari mantan KSAL periode 2015-2017, sedang ngotot melakukan perjuangan tersebut. Ibu Penny tak sendiri. Sebab bersama dengan para insan pecinta dan pemusik Kolintang seluruh Indonesia khususnya dari Sulut, Ibu Penny yang kini didaulat memimpin organisasi bernama Persatuan Insan Kolintang (Pinkan) Indonesia ini, membaur bersama, berjuang agar Kolintang diakui sebagai warisan budaya Indonesia.

“Kita harus cepat bersama berjuang. Karena saat ini data di UNESCO menyebutkan, negara Filipina sedang mengajukan hak pengakuan juga,” tegas Ibu Penny seperti dikutip Dino Gobel, staf khusus Gubernur Sulut bidang pariwisata.

Selasa 20 Agustus kemarin, Ibu Penny tiba di Manado dalam rangka memulai rangkaian kunjungan ke sanggar-sanggar dan menemui budayawan serta pemusik Kolintang, guna mendata sekaligus memeperkaya dokumentasi video dan foto yg akan dibawa ke markas UNESCO di New York, Amerika Serikat.

Salah satu yang dikunjungi adalah sanggar kolintang milik Steve Tuwaidan, musisi sekaligus pembuat alat musik kolintang di Lembean Minut. Sejumlah atraksi diperagakan saat itu. “Saya semakin yakin dan mencintai Kolintang sebagai kekayaan musik tanah air yg harus diakui unesco sebagai warisan dunia asal negeri ini,” tegas Ibu Penny.

Gubernur Olly Dondokambey sangat mendukung perjuangan ini. Sebab itu dijadwalkan, Rabu ini Gubernur Olly akan menerima Ibu Penny dan Tim Pinkan Indonesia. Dijadwalkan Laksamana TNI AL Marsetyo akan ikut dalam pertemuan tersebut. “Mari kita doakan agar perjuangan terhadap musik Kolintang sebagai warisan budaya asal Indonesia akan terpenuhi dan diakui dunia,” tukas Gobel. (sbr/fb)