oleh

Ketahanan Pangan Krusial, Wenur Minta Hal ini ke Pemkot Tomohon

PERSOALAN ketahanan pangan sangat krusial dipersiapkan di tengah pandemic Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir. Terkait dengan kesiapan ketahanan pangan, Anggota DPRD Kota Tomohon Ir Miky Junita Linda Wenur MAP meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, agar memfasilitasi pengadaan pupuk, serta benih tanaman pangan dan hortikultura gratis kepada perorangan warga masyarakat.

Jika selama ini ‘hanya’ diberikan kepada kelompok tani, sudah saatnya di tengah situasi sekarang ini, turut diberikan kepada warga masyarakat secara perseorangan. “Selain perseorangan petani tetapi juga warga masyarakat, tanpa melihat latar belakang status sosial dan profesi, termasuk ASN, Karyawan, TNI/Polri dan lainnya yang berkerinduan untuk bercocok tanam di masa Pandemi Covid-19 ini,” kata Wenur.

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Tomohon yang dipimpin Djemmy Jerry Sundah SE dengan TPAD Pemkot Tomohon yang dipimpin Sekot Ir HV Lolowang, M.Sc, pada Kamis pekan lalu.

Menurut Wenur, pengadaan pupuk dan benih bahkan penyediaan lahan terbilang penting dan strategis, di antaranya untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi,  karena belum tahu kapan akan  berakhirnya Pandemi Covid-19, sekaligus mengantisipasi musim kekeringan panjang yang bisa saja terjadi beberapa bulan ke depan.

MJLW, Bakal Calon Walikota Tomohon ini yang kefigurannya terbilang berkualitas dan berpengalaman ini, juga meminta Pemkot Tomohon menambah fasilitas dan  dana dibidang kesehatan dalam kelanjutan pencegahan dan penanganan Covid-19. Tidak kalah penting dan strategisnya, tambah Ketua Komisi III DPRD Kota Tomohon ini adalah perhatian dalam  pembinaan dan pengelolaan UMKM yang sangat merasakan dampak Covid-19, karena banyak tenaga kerja di-PHK/ dirumahkan.

Lebih lanjut Miky Wenur Isteri dari Anggota DPD RI/MPR RI ini mengatakan, meski Kota Tomohon belum masuk kriteria untuk pemberlakuan ‘New Normal’ karena masih berstatus ‘zona merah’ akibat masih terjadi transmisi lokal, namun langkah-langkah persiapan harus dilakukan sejak awal.

“Sosialisasinya harus ke seluruh elemen masyarakat dengan mengoptimalkan perangkat kelurahan, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama,” tegas Lulusan Strata Dua (S2) Program Studi Administrasi Negara Pascasarjana Universitas Negeri Manado (Unima) ini. (sbr/vil)