oleh

Kemendagri Wacanakan Pilkada Hanya Pilih Kepala Daerah

WACANA Pilkada hanya memilih kepala daerah dilontarkan pihak Kemendagri. Hal ini mengemuka, karena sering terjadinya konflik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Sementara untuk posisi wakil kepala daerah, diusulkan partai politik dan dipilih oleh DPRD.

Hal inilah yang disampaikan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Drs. Akmal Malik, MSi. Ditemui di sela-sela kegiatan gala diner di Pendopo Agung Kabupaten Malang Jalan Agus Salim, Akmal mengatakan wacana tersebut sudah dilemparkan kepada masyarakat. ”Kami minta tanggapan masyarakat. Jika memang wacana ini disetujui, maka bisa langsung dijalankan,’’ ungkapnya.

Akmal menjelaskan, wacana Pilkada hanya memilih kepala daerah saja sebetulnya sudah lama digulirkan. Bahkan, dalam wacana sebelumnya wakil kepala daerah tidak hanya satu orang, melainkan beberapa orang. ”Jumlah wakil sesuai dengan jumlah pemilih. Bisa satu, bisa dua atau bisa tiga,’’ ungkapnya.

Satu wakil dijelaskan Akmal, jika pendudukan kurang dari 500 ribu. Sementara jumlah penduduk 500 ribu sampai dengan 1 juta maka dipilih dua wakil, dan jumlah penduduk lebih dari 1 juta wakil tiga orang. Wakil dikatakan Akmal, tetap diusung oleh partai politik, dan dipilih oleh DPRD.

Dan yang menarik, dengan posisi wakil yang lebih dari satu, maka dia tidak serta merta menggantikan posisi kepala daerah, saat kepala daerah berhalangan tetap. Akmal sendiri tidak menjelaskan pasti, siapa yang menggantikan, tapi yang jelas bukan wakil yang langsung menggantikan kepala daerah. ”Karena lebih dari satu, maka wakil akan dibagi tugasnya sesuai dengan bidang-bidang yang dibutuhkan. Dan setiap wilayah, tidak akan sama, baik bidangnya maupun jumlah wakilnya,’’ ungkapnya.

Akmal juga mengatakan, pemilihan kepala daerah tunggal ini sekaligus sebagai upaya memotong anggaran, selain untuk mengantisipasi terjadinya konflik antara kepala daerah maupun wakil kepala daerah. ”Konflik kepala daerah dengan wakil itu banyak terjadi, bahkan terjadi di Indonesia. Wacana yang kami gulirkan ini salah satu bentuk upaya untuk mengurangi konflik tersebut,’’ katanya. (sbr/bbs)