oleh

Kelapa Berlimpah, Bisnis VCO Minut Lesu

KOMENTAREN.NET, Airmadidi – Kabupaten Minahasa Utara memiliki lahan perkebunan kelapa yang luas dan produksi yang melimpah. Namun bisnis produksi turunan kelapa yakni VCO (Virgin Coconut Oil) di daerah ini justru mengalami kelesuan.

Lesunya bisnis produk VCO ini tak ditampik Dinas Perindustrian Minahasa Utara sebagai instansi yang salah satunya tugasnya mendorong dan memfasilitasi peningkatan industri di Bumi Klabat.

Dikatakan Plt.Kadis Perindustrian Minahasa Utara dr. Harly Sompotan melalui sekretaris dinas George Sekeon SE, saat ini produk VCO mulai kurang diminati oleh pasar. “Produk VCO memang kurang diminati sehingga banyak industri rumahan beralih ke produk kopra saja. Pemesanan juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Sekeon, Kamis (09/05).

Dijelaskannya, penyebab lesunya pemasaran VCO ini salah satunya adalah belum adanya standar produk dan sulitnya industri VCO rumahan dalam memperoleh kemasan yang standar. Pasalnya sejak produk ini berkembang dahulu hingga kini belum memiliki standar tetap.

“Sementara beberapa negara pembeli memiliki standar masing-masing. Demikian juga kemasan dimana sangat sulit untuk dipenuhi oleh industri rumahan,” jelas mantan sekretaris Dinas Pariwisata Minut ini.

Lanjut Sekeon, berdasarkan data Dinas Perindustrian Minahasa Utara, sedikitnya ada sepuluh industri VCO yang tersebar di Minahasa Utara. Sayangnya kini sebagian besar dari industri VCO tersebut telah beralih ke pembuatan arang tempurung dan sebagainya.

Meski demikian Dinas Perindustrian Minahasa Utara tetap berupaya mempromosikan VCO dalam berbagai kegiatan pameran yang dihelat di dalam provinsi atau di daerah lain. Hal ini untuk menjaring dan meningkatkan kembali peminat-peminat VCO produksi Minahasa Utara dari dalam dan luar negeri. “Sekarang tinggal bagaimana mengembangkan kembali VCO ini lewat promosi. Dan itu terus kami lakukan jika ada kegiatan di luar daerah guna membantu petani dan industri kelapa,” pungkas Sekeon.(art)