oleh

Kebangkitan Parekraf Sulut Lewat Bandara Sam Ratulangi

BANDARA Internasional Sam Ratulangi yang merupakan gerbang transportasi udara Sulawesi Utara (Sulut), merupakan salah satu aset penting dan vital dalam menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Bumi Nyiur Melambai ini.

Perluasan bandara menuju target tampung penumpang 5,7 juta per tahun (naik tiga kali lipat dari sekarang ini), membuat Bandara Sam Ratulangi memiliki potensi besar sebagai spot promosi dan pergerakan Parekraf Sulut.   

Hal ini tersirat dari pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno saat meninjau pengerjaan infrastruktur Bandara Sam Ratulangi yang sudah mencapai 80 persen, awal Maret 2021 lalu.

“Bandara ini mudah-mudahan dapat menjadi awal kebangkitan ekonomi Sulawesi Utara dan pariwisata Indonesia,” ungkap Sandiaga Uno. Menurutnya, potensi Bandara Sam Ratulangi menjadi trigger pergerakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama ini terpuruk akibat pandemi.

Menangkap apa yang disampaikan Menparekraf, Dinas Pariwisata Sulut yang dinakhodai Henry Kaitjily langsung bergerak cepat, dengan menggandeng PT Angkasa Pura 1, menjadikan Bandara Sam Ratulangi sebagai spot promosi parekraf.

Gayung bersambut ketika GM PT Angkasa Pura 1 Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai menyatakan dukungan penuhnya.

“Bandara tanpa pariwisata itu pasti akan terlihat hambar, oleh karena itu Bandara Sam Ratulangi selalu terbuka pintunya untuk kegiatan-kegiatan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Apalagi sudah ada MoU-nya, jadi soal tempatnya itu gratis,” tukas Minggus seusai Mou dengan Dispar Sulut di Hotel Four Points Manado, Senin (29 Maret 2021). 

Kerjasama ini seiring dengan obsesi Menparekraf Sandiaga Uno, bahwa di Bandara Sam Ratulangi akan dibuatkan Creative Hub, menjadi etalase UMKM terbaik, dengan memberikan kesempatan bagi mereka berinovasi, dan produk terbaik yang dikolaborasi tersebut dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi.

Sandiaga mengharapkan di Bandara Sam Ratulangi akan menjadi daya tarik wisatawan dan para penumpang dengan sajian berbagai produk UMKM, termasuk atraksi seni dan budaya seperti Musik Kolintang, khas Sulawesi Utara.

Diharapkannya, Bandara Sam Ratulangi tak hanya tempat pesawat mendarat dan lepas landas. Bandara bukan juga sekadar tempat singgah pelancong sebelum terbang hingga tempat tujuan. Namun Bandara Sam Ratulangi harus menjadi tempat yang memikat untuk berwisata.

Di Negara modern, bandara telah dijadikan obyek wisata menarik. Seperti halnya Bandara Internasional Changi di Singapura, sebagai tempat lalu lalang masyarakat dunia yang melakukan perjalanan udara.

The Travel melansir, Bandara Internasional Changi menjadi pelabuhan udara paling mengesankan menurut Skytrax. Jika deretan pertokoan, kedai kopi, dan gerai makanan sudah menjadi pemandangan biasa di bandara udara, Bandara Changi memiliki fasilitas yang berbeda, misalnya bioskop, taman kupu-kupu, taman bunga matahari, dan kolam renang.

Menariknya, bandara terbaik dunia itu secara geografis berada dekat dengan Bandara Sam Ratulangi. Penerbangan langsung pun sudah dilayani direct Changi-Sam Ratulangi. Tak hanya penumpang, ekspor direct cargo pun telah dirintis Pemprov Sulut. Dan kini potensi besar terus menggeliat seiring perluasan bandara Sam Ratulangi untuk bisa mendulang pemasukan dari travellers, termasuk dari Bandara Changi.

Ditunjang dengan Likupang sebagai salah satu destinasi super prioritas di Indonesia, ke depan nantinya Bandara Sam Ratulangi akan menjadi salah satu bandara tersibuk dan buruan wisatawan dunia. (rik)