oleh

JS di Hadapan Wagub: Jangan Mimpi 2 Periode Kalau Belum Terealisasi….

BUPATI Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap (JS) di hadapan Wakil Gubernur Steven Kandouw, menyoroti persoalan infrastruktur jalan Lobu-Kalait yang merupakan wewenang provinsi.  “Jika Pemprov belum akan merealisasikan, maka Pemprov masih punya hutang kepada rakyat Mitra. Jangan bermimpi mencalonkan diri lagi untuk periode kedua kalau itu belum terealisasi,” kritik Sumendap ketika menyampaikan sambutan dalam Paripurna Istimewa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ke-12, di Sport Hall Ratahan, Kamis (23/05) kemarin.

Sebelumnya, Bupati Sumendap memaparkan kemajuan Kabupaten Mitra. Menurutnya, index kemajuan perekonomian di Mitra saat ini makin meningkat. “Karena dalam penelitian dari laporan BPS, ada dua kabupaten/kota termiskin di Sulut. Dan kami tidak tertinggal dan kami bukan kabupaten miskin,” ujar Sumendap.

Dikatakannya, angka tertinggal dapat diketahui dengan melihat langsung infrastruktur dan rumah tangga di keluarga. “Oleh karena itu, ketika BPS melakukan pendataan, kami minta agar didampingi Pemkab, termasuk Pemdes agar penilian sangat objektif. Data sebelumnya justru masih mengacu pada data lama, dan tingkat perekonomian masyarakat masih mengacu di Manado secara keseluruhan,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa dalam catatan BPS, jumlah penduduk hanya 104 ribu jiwa, padahal Mitra sudah punya 119 ribu penduduk. “Itulah, mengapa angka tersebut ikut mempengaruhi Mitra hingga di bawah rata-rata. Padahal, berdasarkan indeks kemampuan manusia kami berada di atas rata-rata. Dan selama 5 tahun 7 bulan, saya menjalankan tugas sebagai bupati. Tentunya banyak dinamika yang dilewati dan sudah sangat mengetahui Mitra akan dibawa kemana,” sebut JS optimis.

Sumendap kemudian menyentil soal jalan provinsi yang menghubungkan antara Desa Lobu dan Kalait di Kecamatan Toulaan.

Belum terealisasinya transportasi jalan tersebut, menjadi tanda tanyanya.

“Paket jalan Lobu-Kalait tinggal delapan kilometer yang belum diaspal. Saya yakin akan menjadi perhatian khusus Pak Wagub,” katanya seraya menyindir, agar jangan mencalonkan kedua kalinya jika belum mampu memenuhi aspirasi masyarakat soal jalan tersebut.

Sementara itu,  Wakil Gubermur Sulut Drs Steven Kandow ketika diwawancarai terpisah mengatakan, Pemprov sudah melihat kemajuan Minahasa Tenggara dalam membangun infrastruktur. “Dan Mitra merupakan terdepan. Oleh karena itu, jika keluhan soal jalan Lobu-Kalait yang tinggal delapan kilometer saja kami anggap itu pekerjaan ‘Kacang-kacang’. Kenapa demikian? Karena Pemprov untuk tahun 2019 memiliki anggaran APBD mencapai Rp 4,09 Triliun,” kata wagub.

Terpisah, Ketua Panitia Drs Piether Owu ME mengatakan terima kasihnya kepada Bupati James Sumendap SH bersama wakil bupati yang telah memberikan kepercayaan kepadanya, hingga acara boleh terlaksana dengan baik serta mengucapkan terima kaaih kepada semua pihak yang telah bekerja keras.

“Kiranya dengan HUT ke-12 Kabupaten Mitra menuju era informasi dan teknologi digital dapat memantapkan penerapan sistem perencanaan, anggaran dan kinerja berbasis elektronik makin lebih optimal dan kedepan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan kebersamaan dalam menyatukan visi berjuang menuju Mitra Hebat dalam pembangunan, pelayanan, pemerintahan, Jelas Sejahtera serta terdepan,” tutup Owu. Paripurna ini dibuka Ketua DPRD Mitra Marty Mareyke Ole didampingi Wakil Ketua Tonny Hendrik Lasut, Katrien Mokodaser. (dax)