oleh

Jelang Pileg 17 April, Ada Caleg Minta ‘Restu’ ke Watu Pinawetengan

KOMENTAREN.NET, TOMPASO – Jelang pelaksanaan Pemilu 17 April 2019, berbagai cara dilakukan sejumlah oknum Calon Anggota Legislatif (Caleg) demi meraih kemenangan. Selain mensosialisasikan diri serta visi misi untuk meraih simpati masyarakat, sejumlah oknum caleg dikabarkan mencari ‘jalan pintas’ sebagai solusi alternatif.

Salah satu yang dilakukan, yakni mendatangi tempat-tempat ritual peninggalan leluhur untuk sekadar meminta restu dalam sebuah ritual. Di Kabupaten Minahasa, ada satu tempat ritual masyarakat adat dan budaya Minahasa yang kini telah menjadi cagar budaya yakni Watu Pinawetengan. Di lokasi itulah dikabarkan ada sejumlah oknum caleg yang datang diam-diam untuk melakukan ritual. Tujuannya tak lain untuk meminta restu para leluhur agar dapat duduk di kursi legislatif.

“Terus terang itu ada. Salah satu sudara saya yang caleg pernah datang ke sana,” ungkap pria yang diinisial dengan R. Bahkan tak hanya itu, saudaranya yang lain datang jauh-jauh dari Belanda ke Sulut, hanya untuk ke Watu Pinabetengan. “Saya tahu karena saya yang antar, ada yang kepentingan Pemilu legislatif dan ada yang untuk bisnisnya” kata pria yang juga seorang pengusaha ini. 

Secara terpisah, Penjaga Watu Pinawetengan, Arie Ratumbanua, tak menampik rumor tersebut. Meskipun dia menekankan bahwa bila ada oknum caleg yang datang, nyaris tak diketahui publik. “Ya, kalau itu sebenarnya bersifat secret (rahasia, red),” katanya saat berbicang-bincang dengan harian ini sambil tersenyum.

Dia menambahkan, kalau pun memang ada oknum caleg yang datang melakukan ritual di Watu Pinawetengan yang berlokasi di Desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso Barat tersebut, biasanya pada malam hari saat suasana sepi.

Hanya saja, kata Om Arie, sudah sejak lama lokasi Cagar Budaya ini dijadikan tempat ritual ibadah oleh masyarakat luas, terutama mereka yang menghormati adat dan budaya serta leluhur Minahasa. Jenis ritual ibadahnya pun berbeda-beda. Ada yang datang melakukan ritual ibadah syukur karena telah sembuh dari penyakit, ada yang meminta solusi pengobatan, ada juga yang melakukan ritual untuk meminta atau memohon agar keinginannya mendapat restu dari para leluhur.(dav)