oleh

Janji Manggung Diduga Dibatalkan, Ratusan Peserta Maengket SD dan SMP Kecewa Kepada Panitia FPSL 2019

KOMENTAREN.NET, Bitung – Ratusan siswa dan orangtua peserta Lomba Tarian Maengket sangat kecewa dengan pihak Panitia Festifal Pesona Selat Lembeh (FPSL) tahun 2019 yang dilaksanakan di lapangan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Kota Bitung.

Pasalnya sudah datang sejak pagi hari, pada Senin (07/10) kemarin sayangnya hingga sore hari, janji ratusan peserta lomba tarian Maengket perwakilan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk manggung entah mengapa dipending dengan alasan diduga tidak jelas.

“Kami sangat kecewa dengan panitia, masa kami disuruh datang pagi untuk mengikuti lomba tarian maengket sampai sore ini dibatalkan. Kami kan sudah capek datang pagi kemudian sudah mengeluarkan biaya dandan anak-anak untuk menari malah entah mengapa akhirnya tarian maengket tidak manggung. Inikan namanya pemobohongan,” ujar puluhan Orangtua siswa dan siswa SD dan SMP saat bersua dengan sejumlah wartawan Senin Sore kemarin.

Kadis Pendidikan Julius Ondang MS.i ketika dikonfirmasi membenarkan masalah ini. “Iya benar saya sempat kesal dengan kejadian ini. Kalaupun ada perubahan disampaikan 1 hari menjelang manggung. Bukan seperti ini tiba saat tiba akal tanpa ada penjelasan secara rinci oleh Panitia,” kesal Ondang yang berjanji pihaknya akan menemui Panitia Event Organizer pelaksanaan FPSL ini.

Sementara itu Penanggung Jawab Media Abi Hasantoso selaku Penanggung jawab Media FPSL mengaku kaget dengan persoalan ini. Pihaknya mengaku akan mencari tahu permasalahannya. “Pertama-tama saya selaku Panitia minta maaf atas kejadian tidak manggungnya tarian maengket ini. Sebetulnya memang akan manggung namun akan diturunkan menjelang malam sebab seringkali acara mendadak berubah-ubah,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengucapkan banyak minta maaf. Sebab saat itu kondisi sudah situasional, usai tarian kabasaran waktu sudah mepet dan Manteri langsung menuju lokasi Carnival perahu.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Albert Sergius SE mengatakan bahwa pertama-tama pihaknya mewakili Pemerintah Kota Bitung memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian tadi siang dan sangat memahami kekecewaan para orang tua yang sudah meluangkan waktu khususnya kepada anak-anak yang sudah sangat antusias memberi diri untuk mensukseskan kegiatan ini.

Berdasarkan klarifilasi dari Event Orginizer (EO) bahwa sebenarnya bukan di cut tetapi hanya di geser waktu tampilnya dikarenakan: sejak kemarin sampai tadi jam 11.00 info yang kami dapat dari EO bahwa tim maengket tidak menghadiri gladi bersih sehingga dilakukan penggeseran jadwal tampil.

“Namun stelah itu berkembang insiden dimana terjadi pemukulan terhadap MC (sdr Jimly) yang bertugas saat itu oleh salah satu oknum orang tua dari peserta, sehingga suasana di back stage menjadi kacau dan acara di panggung utama akhirnya terhenti,” tandasnya.

Menurutnya sebagai informasi sebagian tim maengket sudah ditampilkan di dermaga saat menyambut kedatangan menteri dan rombongan menjelang pelaksanaan karnaval laut.(nan)