oleh

Jamu PSIM, Sulut United Pindah Kandang ke Gianyar

MENJAMU PSIM Yogyakarta pada lanjutan liga 2 tanggal 3 Agustus 2019 mendatang, BFC Sulut United tidak diizinkan bermain di Stadion Klabat dalam partai kandang. Sulut United dikabarkan harus memindahkan partai home-nya ke Gianyar Bali, karena pada hari yang sama akan digelar iven dunia pemecahan rekor selam di pantai Manado.
Pemindahan homebase sementara itu dilakukan setelah turun SK PT LIB nomor 236/LIB/VII/2019 tertanggal 12 Juli 2019 tentang venue laga Sulut United vs PSIM Yogyakarta. Sekretaris Tim Sulut United Moh Ali Ridho menegaskan hal tersebut melalui rilis resmi lewat media officer Sulut United yang juga diterima Komentaren, Senin (15/07). “Untuk laga home versus PSIM Jogjakarta, 3 Agustus 2019, dipastikan digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Kick Off pukul 16.30 Wita,” katanya.
Dijelaskannya, Panpel Stadion Klabat tidak mendapat izin dari Polda Sulut pada laga Sabtu (03/08) tersebut, karena ada iven tahunan Manado Fiesta, dan iven penyelaman massal oleh WASI (Wanita Selam Indonesia). Dikatakannya, informasi lisan dari Polda Sulut sudah diterima LOC (Local Organizing Committee) sejak minggu lalu. Dan diminta ditunda pada 6 Agustus 2019.
Langkah antisipasi dilakukan manajemen Sulut United dengan menyurat ke PT Liga Indonesia Baru. Namun, permohonan tersebut dibalas LIB melalui dengan surat nomor 236/LIB/VII/2019 tertanggal 12 Juli 2019. Perihal Penetapan Venue Babak Pendahuluan Liga 2 2019 Bogor FC Sulut United vs PSIM Jogjakarta dipindah ke Gianyar, sebagai homebase alternatif setelah Stadion Klabat.
Juga ditambahkan, penundaan laga untuk dimainkan pada 6 Agustus di Stadion Klabat tidak mungkin dilaksanakan, karena ada laga home pada 8 Agustus vs Persik Kediri. Usulan tersebut juga tidak bisa disanggupi PSIM Jogja karena jadwal yang begitu mepet.
Seperti diketahui, pada 3 Agustus 2019 nanti, akan ada agenda pemecahan 3 rekor dunia di laut Manad. Agenda pecah rekor tersebut disiapkan dan diselenggarakan organisasi Wanita Selam Indonesia atau WASI.
Tiga rekor yang hendak dicatat oleh Guinness World Records itu masing-masing rekor penyelaman massal terbanyak dengan target 3000 penyelam. Kedua, rekor rantai manusia terpanjang dalam air, serta rekor ketiga yaitu rekor pembentangan bendera terlebar di dunia.
Ketua Umum WASI, Tri Tito Karnavian, agenda besar ini dimaksudkan juga untuk mempromosikan beberapa hal terkait laut seperti pariwisata, lingkungan hidup, kelestarian alam dan olahraga selam. (kim)