oleh

Jabat Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sulut, Dandel: Saya Berungkali Minta Mundur

SEIRING merebaknya kasus Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut), nama dr Steaven Dandel MPH jadi pusat perhatian. Terutama ketika Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Sulut ini diangkat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulut.

Selain memantau, melacak, menganalisa data Covid-19, Dandel sebagai juru bicara diharuskan tampil setiap hari dalam konperensi pers untuk menginformasikan dan menjawab pertanyaan terkait perkembangan corona di daerah ini. Sejumlah wartawan sempat mempertanyakan sikap Dandel yang seakan irit bicara ketika ditanyai, terutama via whats app-nya.

Kepada Komentaren.net, Dandel mengakui bahwa sebenarnya menjadi juru bicara bukan keahliannya.  “Saya memang tidak suka jadi Juru Bicara, karena itu bukan keahlian saya. Pekerjaan saya yang utama adalah surveilans dan deteksi dini kasus,” terangnya.

Dia mengatakan ingin mundur dari jabatan sebagai juru bicara gugus tugas Covid-19 Sulut, namun belum disetujui. “Saya sudah berulang kali minta mundur dari jabatan ini, tapi tidak pernah dikabulkan,” katanya seraya mengatakan dirinya merasa sangat tidak nyaman menjadi seorang juru bicara.

Terkait pertanyaan di luar konperensi pers yang kerap tidak dijawabnya, Dandel pun memberikan alasan. “Pokoknya saya hanya jawab pertanyaan selama press conference. Di luar itu no way. Karena tugas saya yang lain terbengkalai kalau harus jawab semua pertanyaan,” kata Dandel. “Hari ini saya dipecat dari spokesman (juru bicara, red), saya bikin pesta Pak,” katanya.

Ditanyai apakah sikapnya itu karena menjadi juru bicara harus bekerja di bawah banyak tekanan, Dandel mengatakan bahwa intinya terkait persoalan waktu. “I can manage the pressure (saya dapat menangani soal tekanan, tapi yang saya tidak bisa manage adalah waktu,” ungkapnya.

Diakuinya, setiap hari pihaknya harus berkejaran dengan waktu untuk containment penyakit. “Dan hampir setiap hari terlambat, tapi harus sibuk dengan urusan press release. Seharusnya orang lain yang kerjakan itu,” katanya.

Ketika disebutkan perlu adanya tambahan orang sebagai juru bicara sebagaimana Gugus Tugas Covid-19 di Pusat yang telah menambahkan dr Reisa Brotoasmoro untuk membantu Jubir Achmad Yurianto, Dandel merespons positif hal tersebut. “That’s the point,” katanya. (rik/*)