oleh

Insentif Perawat THL Liunkendage Hanya Rp 800 Ribu

TAHUNA – Insentif Perawat Tenaga Harian Lepas (THL) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna ternyata sangat kecil, hanya Rp800 ribu per bulan, jauh dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Daerah (UMD) Sangihe Rp 2 jutaan.

Hal ini terungkap ketika Komisi B DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe melaksanakan monitoring di rumah sakit terbesar di Nusa Utara, Rabu (20/03) kemarin. Mendapat temuan gaji perawat jauh dibawah UMP dan UMD, personil Komisi B Wasti Kamurahan langsung memastikan kedepan masalah tersebut akan menjadi perhatian serius Komisi B untuk diperjuangkan ke pemerintah daerah.

”Terlalu rendah kalau hanya Rp 800 ribu honor perawat THL, padahal selama ini tenaga perawat selalu diproritaskan, dan ini menjadi perhatian serius Komisi B,”kata Kamurahan. Ia juga menegaskan dengan adanya gaji yang memadai bagi perawat maupun dokter dan tenaga medis lainnya, akan semakin memotivasi paramedis meningkatkan pelayanan kesehatan.

 Sikap yang sama juga direspon Ketua Komis B Risaldy Paparang bersama anggota Komisi B lainnya yang turun lapangan, Wesly Tamusa, Ansye Taniowas, Jefry Sasiang dan Jamal Manopo. Seluruh pesonil Komisi B ini sepakat akan memperjuangkan nasib perawat THL demi maksimalnya pelayanan di RSUD Liun Kendage Tahuna.

Sementara dihari yang sama Komisi B juga mendapat pengeluhan dari puluhan karyawan dan karyawati PT Pelangi Sulut, Perusahaan Rekanan PT PLN Area Tahuna. Ratusa karyawan tersebut mengancam akan melakukan mogok kerja jika gaji mereka tidak dibayar, namun untungnya Komis B masih dapat memfasilitasinya setelah terjadi pembicaraan khusus antara pihak PT Pelangi Sulut dan PLN Tahuna. ”Sangat bersyukur pihak PT Pelangi Sulut sudah bersedia dalam waktu dekat akan merealisasikan semua tuntutan karyawanya, dan kami sangat berharap PT Pelangi Sulut jangan ingkar janji, sebab sudah ancaman mogok kerja dari pihak karyawan yang dilayangkan ke Komisi B,” ujar Ketua Komisi B Risaldy Paparang. (ver)