oleh

Ingin Lulus Bekerja ke Jepang, Ini Tips Bupati Talaud Elly Lasut

Manado, Komentaren.net – Kerjasama Pemkab Talaud dengan PT Takumi Koba Indonesia yang difasilitasi BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) untuk mengirimkan tenaga kerja (naker) ke Jepang, terus diseriusi. Bahkan para pelamar yang telah mencapai ribuan orang mengikuti tatap muka baik online maupun offline, Senin (29/03/2021) nanti.

Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut (E2L) lewat live akun facebooknya menyebut sejumlah tips agar calon pelamar bisa berhasil dikirim dan bekerja di Jepang. “Pelamar harus benar-benar serius. Kalau Cuma main-main lebih baik jangan mendaftar. Bekerja di Jepang itu harus memiliki sikap dan attitude yang baik dan disiplin. Karena bekerja di sana (Jepang) tidak santai, tidak boleh banyak duduk, apalagi cuma isap rokok (selagi bekerja). Harus bekerja serius dan disiplin,” kata Bupati Elly Lasut mengingatkan bahwa orang Jepang memiliki etos kerja yang sangat disiplin dan sangat menghargai waktu.

Berikut, kata Lasut, para pelamar perlu dibekali berbagai hal untuk bisa lulus dan dikirim bekerja di Negeri Matahari Terbit itu. Salah satunya adalah soal bahasa. Dan itu akan diajari selama 4 bulan sebelum diberangkatkan ke Jepang. “Termasuk belajar huruf Kanji. Harus dihafal sekitar 1.500 tulisan kanji dalam 4 bulan training,” katanya.  

Hal lainnya yang tak kalah penting, lanjut Bupati E2L, pelamar naker ke Jepang, tidak bermasalah atau sedang diblacklist bank. Pasalnya, pengiriman naker tersebut akan bekerjasama dengan pihak perbankan.

“Keberangkatan ini nanti akan dibiayai Bank Mandiri, BNI dan Bank SulutGo. Jadi siapa yang mendaftar jangan ada masalah kredit macet atau bermasalah lainnya seperti kredit motor yang tidak dibayar sehingga diblacklist bank. Kalau hasil bank checking tidak lolos, so nda mo dapa pembiayaan dari bank,” ungkapnya mengingatkan.

Pengiriman Naker ke Jepang ini merupakan hasil perjanjian kerjasama Pemkab Talaud yang diwakili langsung Bupati Elly Lasut dengan PT Takumi Koba Indonesia yang difasilitasi BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) dan dihadiri langsung Benny Rhamdani.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) BP2MI dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Talaud dilakukan di Aula KH Abdurrahman Wahid BP2MI Jakarta, Selasa (23/02/2021). Kini ribuan pelamar terlah mendaftar, baik di Talaud maupun di kantor perwakilan Talaud di Manado. Slot yang disiapkan untuk berangkat bekerja di Jepang berkisar 1.500-2000 orang. Jika berhasil lulus dan dikirim ke Jepang, para pekerja dari Talaud atau se-Sulut akan memperoleh gaji/pendapatan sesuai UMR di Negeri Sakura yang berkisar Rp22-27 juta per bulan. (rik)