oleh

Ibu Rita Beri Semangat Pasien Kanker Estella

PASIEN penderita kanker di ruangan Estella Rumah Sakit (RS) Prof. RD Kandou, mendapat kunjungan tamu spesial, ‘First Lady’ Sulut, Ny Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Selasa (19/11/2019).

Ketua Tim Penggerak PKK Sulut didampingi Kepala Dinas Sosial Sulut, Rinny Tamuntuan. Meski sedang dalam perawatan, anak-anak penghuni Estella terlihat gembira atas kedatangan Ny Rita dan rombongan.

Ibu Rita pun dengan penuh keramahan menyapa, sekaligus memberi semangat kepada satu per satu pasien, termasuk ikut berbincang dengan petugas klinik yang memang dikhususkan bagi pasien anak penderita kanker.

Selain itu, ibu Rita dan Kadinsos Sulut juga memberikan bingkisan berupa snack, kue dan buah-buahan dan foto bersama seluruh pasien dan petugas klinik estella.

Usai mengunjungi, Kadinsos Sulut Rinny Tamuntuan mengatakan bahwa Tuhan mengasihi seluruh pasien di klinik estella, dan tidak pernah meninggalkan mereka dalam keadaan apapun, semua harus selalu berpengharapan agar Tuhan memberikan mujizat, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

“Tentunya dengan melihat keadaan tadi kami menguatkan untuk para keluarga yang sedang dalam pergumulan, karena tentunya yakin dan percaya dalam kesehatan torang semua tahu masalah kanker ini tidak ada obatnya, jadi tentunya kita selalu memberikan penguatan, mujizat pasti terjadi karena buktinya juga tadi ada informasi dari perawat, kurang lebih 60an sudah disembuhkan.Ini salah satu contoh, sudah 4 tahun sembuh. Bersyukur karena juga sekarang ini di RS Prof Kandou sudah ada ruangan khusus untuk pasien kanker,” kata Tamuntuan.


Klinik Kanker Anak Estella dan Guest House RSUP Prof Kandou Manado, Sulawesi Utara, tak lepas dari sosok Prof Dr Max F.J. Mantik, SpA(K).

Dialah salah satu pendiri Estella yang telah menjadi rumah sakit yang banyak dikunjungi oleh pasien kanker di sekitar Manado, dan luar daerah lainnya seperti Gorontalo, Makassar, atau Pekanbaru.

Prof Mantik mengisahkan, Estella itu memang punya sejarah, karena sebenarnya dulu dia berkecimpung di kanker karena anaknya dipanggil Tuhan karena kanker leukemia.

“Tahun 1991 saya bawa ke Belanda, berobat. Kebetulan saya lagi enggak di Indonesia, saya lagi belajar di luar, jadi kita bawa ke Belanda tetapi enggak bisa survive,” kisah Prof Mantik seperti dilansir detikhealth.

Meski begitu ia tidak pernah mengeluh dan percaya apa yang dialaminya adalah salah satu rencana Tuhan. Kemudian di tahun 1996, Prof Mantik pun kembali ke negeri kincir angin untuk mendalami soal onkologi (ilmu kanker) dan bertemu dengan salah satu profesor yang mengenalkannya dengan Estella Foundation yang kemudian mensponsori untuk membangun Estella di Manado.

“Jadi waktu 2005, kita bangun, 2006 kita dirikan. Tadinya mau dikasih nama anak saya, tapi ya saya pikir susah saya mau kerja kalau terbayang. Saya pikir, saya sepakat, ya sudah estella,” katanya.

“Jadi begitulah, saya tidak akan pernah mengeluh apa yang Tuhan berikan. Mungkin juga ada rencana lain,” ujar pendirik klinik Estella ini. (hms/dth)