oleh

HUT ke-80, Alumnus Pertama FK Unsrat Ini Masih Bawa Mobil Sendiri

HARI Ulang Tahun (HUT) ke-80, dirayakan dr Reinhard Siegfried Manuel Rampengan SpB, Rabu (03/06/2020). Meski usianya sudah terbilang uzur, namun dr Rein dalam beraktivitas masih terlihat enerjik. Bahkan pria kelahiran Wuwuk 3 Juni tahun 1940 silam ini, masih mengemudikan mobil sendiri.

Bahkan di hari istimewanya, dr Rein berkesempatan menjawab berbagai ucapan selamat ulang tahun dari mahasiswa bedah Fakultas Kedokteran lewat fasilitas virtual zoom, sebagaimana divideokan di akun FB putrinya, Tetty Esther Rampengan.

Dr Rein sendiri merupakan sosok istimewa di lingkup kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).  Dia merupakan alumnus pertama Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat ! Hal ini dibenarkan alumnus FK Unsrat, dr Tommy Sumampouw.  

“Dokter Rein adalah angkatan pertama masuk FK Unsrat yang dulunya Unisut (Universitas Sulawesi Utara dan tengah) yang kemudian bermetamorfosa menjadi Universitas Sam Ratulangi pada tahun 1959.”

Diperoleh informasi, pada saat dilantik 1 Februari 1969, hanya dua orang dokter yang lulus dan dilantik pada saat itu, yakni dr Rein Rampengan dan dr JTU Liogu.

Seperti diketahui, mahasiswa kedokteran pada masa-masa awal, sangat mengenal sosok dokter ini, karena ia adalah asisten mahasiswa mata kuliah anatomi (1 Oktober 1961 s/d 1 September 1963) .

Tak hanya itu, sewaktu masih mahasiswa, dr Rein pernah menjadi dosen luar biasa Anthtropometri di Fakultas Sastra Unsrat tahun 1965-1966. Ia juga pernah menjadi pengajar di SMA “TAPSI” Sario Manado.

Menariknya, sesaat dilantik sebagai pada dokter 1 feb 1969 sampai 31 juli 1973, dr Rein langsung menjadi asisten ahli di bagian bedah. Namun brevet ahli bedah diraihnya pada 1 September 1975 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, dan pernah menjabat dekan di FK Unsrat.

Kini di masa pensiun, dr Rein bersama ibu sangat aktif dalam peribadatan, baik kolom maupun Pria Kaum Bapa GMIM di Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland. “Dokter Rein aktif dalam kegiatan ibadah kolom dan P/KB. Bahkan bersama ibu, dokter sering datang ke ibadah dengan berjalan kaki atau membawa mobil,” ungkap Pnt Arthur Ngantung, pelsus kolom 1 di Jemaat GMIM Yesus Memberkati. (vil/sbr)