oleh

Hasil Dua Rapid Antigen Berbeda Dalam Tiga Jam, Ini Penjelasan Steaven Dandel

KOMENTAREN.NET- Kasus unik terjadi di Kota Manado, Rabu (04/08). Di salah satu lokasi yang melaksanakan tes antigen, seorang warga yang meminta namanya tidak disebut melakukan tes antigen dan hasilnya disampaikan positif covid-19.

Merasa penasaran dengan hasil tersebut, dirinya melakukan second opinion dengan melakukan tes antigen di salah satu klinik Kimia Farma dan hasilnya ternyata negatif.

“Saya tidak ada gejala apapun. Karena wajib tes antigen sebelum masuk kantor, saya ikut dan hasilnya disampaikan positif. itu jam 11.00 Siang. Saya ambil second opinion dengan melakukan tes antigen mandiri disalah satu klinik. Hasilnya ternyata negatif. Itu jam 14.00 Siang. jadi ada selisih 3 jam. Saya berpikir positif saja, mingkin saat antigen pertama memang positif, tapi sudah tahap penyembuhan dan tepat tes kedua bisa saja sudah sembuh. Jadi patokan saya hasil second opinion,”ucapnya. 

“Kedepan, second opinion itu penting,”sambungnya.

Dirinya juga mengajak agar masyarakat tetap patuhi prokes dan melaksanakan anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid.

“Tentu kita tidak mau terkena covid, makanya patuhi prokes, ikut anjuran pemerintah karena apa yang dilakukan pemerintah sekarang ini tak lain untuk menyelematkan warga,”pungkasnya.

Kasus unik ini, saat dikonfirmasi ke jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan kebijakan Kemenkes hasil antigen yang positif dianggap terkonfirmasi positif.

 “Hasil Rapid Antigen ada dikisaran 96-98 persen. jadi masih ada 2-4 false negatif atau false positif. Tapi sekarang Kebijakan Kemenkes semua hasil antigen yang positif dianggap terkonfirmasi positif tanpa perlu PCR,”ujar Dandel, Rabu (04/08).

Lanjut Dandel, kalau ada dua hasil antigen berbeda maka akan dipakai prinsip Public Health.

“Kalau prinsip public health, bila ada dua hasil Antigen yang berbeda maka demi kepentingan pemutusan mata rantai penularan dan tidak merugikan orang lain maka yg akan dipakai adalah nilai yang positif. Karena kesalahannya bisa terjadi pada yang positif dan juga sebaliknya pada yang negatif,”sambungnya.(mon)