oleh

“Harta Karun” Minut di Mata Joune Ganda

MINAHASA Utara (Minut) adalah kabupaten yang strategis letaknya, berada di antara Kota Pelabuhan (Bitung) dan Ibukota Provinsi Sulut, Kota Manado. Tak hanya letaknya, Minut juga memiliki sumberdaya alam yang luar biasa kaya. Baik Pertanian (kelapa, cengkih, buah-buahan) maupun perikanan (air tawar dan laut).

Namun potensi besar yang disebutkan itu, menurut Pengusaha Nasional Joune Ganda, baru sebagian kecil dari ‘harta karun’ yang dimiliki daerah di kaki gunung (Klabat) tertinggi di Bumi Nyiur Melambai ini. “Potensi lainnya, ada pada gen dan karakter orang Minut. Orang Tonsea itu memiliki gen pemimpin yang smart dan pemberani, baik laki-laki maupun perempuannya,” kata Joune Ganda seraya menyebutkan tokoh besar nasional asal Minut, di antaranya AA Maramis, Maria Walanda Maramis dan HV Worang yang tak hanya berkiprah nasional, namun sampai internasional. AA Maramis bahkan merupakan salah satu tokoh sentral dalam kemerdekaan Indonesia, dan pernah mewakili negara di PBB.

Tak berlebihan jika Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ini mengatakan, kombinasi letaknya yang strategis dan potensi alam serta sumberdaya manusianya yang berkualitas, merupakan anugerah Tuhan yang sangat besar bagi daerah kelahirannya.

Bahkan tak hanya itu, kata Tou Tonsea asal Kaima dan Treman ini. “Jika dilihat tingkat polusi udaranya, Minut adalah salah satu daerah di Indonesia yang masih baik,” katanya seraya merujuk pada aplikasi air visual, dimana tingkat polusi di Minut kategori menyehatkan.

Seperti diketahui, sesuai standar yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Direktorat Pengendalian Pencemaran bahwa nilai kualitas udara yang baik ada pada range 0- 50; sedang 51-100; tidak sehat 101-199; sangat tidak sehat 200-299; dan berbahaya 300-50.000. “Minut tingkat kualitas udaranya ada pada nilai 42 (kualitas baik). Bandingkan daerah lainnya yang sudah masuk zona merah polusi udaranya,” ungkapnya seraya mengutak-atik aplikasi “air Visual” di tangannya.

Itulah sebabnya, Joune lebih suka menghabiskan waktu istirahatnya di villanya yang tenang di Kaima (Minut), seusai melakoni kesibukannya sebagai pengusaha besar di ibukota Jakarta. “Tinggal di Minut menyehatkan dan potensi alamnya luar biasa kaya. Sebab itu saya sangat prihatin jika Minut masih ketinggalan dengan daerah lain. Apalagi jika disebutkan ada kasus stunting di sini. Ini kan tidak masuk diakal? Minut memiliki segalanya dan sangat diberkati Tuhan lho,” kata suami tercinta Rizya Davega ini.

Itulah sebabnya, Joune Ganda dengan pengalamannya sebagai pengusaha nasional dan memiliki jaringan relasi nasional dan internasional ini, merasa terpanggil untuk membangun daerah kelahirannya. Selain itu, Joune mengaku sangat terinspirasi atas pemberian diri dan gebrakan sosok Olly Dondokambey yang adalah Gubernur Sulut, dimana Minut kini menjadi perhatian serius Presiden Jokowi untuk menopang program strategis nasional.

“Ini yang saya sebut dengan sinergitas. Pak Gubernur dan Pak Presiden sangat peduli dengan daerah kita karena potensinya yang besar,” kata Joune seraya menyebut masuknya berbagai mega proyek nasional di Minut seperti Bendungan Kuwil, Jalan Tol, serta KEK Pariwisata di Likupang merupakan buktinya. (rik)