oleh

Hanya ‘Tsunami Politik’ Bisa Kejar Elektabilitas Olly-Steven di Pilkada Sulut 2020

KOMENTAREN.NET – Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI Networking), Ikrama Masloman mengatakan, Pasangan Calon (Paslon) Petahana di Pilkada Sulut 2020, Olly Dondokambey-Steven Kandouw (Olly-Steven) mampu menjaga ritme elektabilitasnya yang secara konsisten berada di atas 60 persen selama 6 bulan.

Bahkan pada hasil survei teranyar LSI pada Bulan Oktober ini, elektabilitas Olly-Steven berada pada angka 64,3 persen. Unggul jauh atas dua paslon lainnya, yakni Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) di posisi kedua dengan elektabilitas 22,3 persen. Dan paslon Vonnie Anneke Panambunan-Hendry Corneles Runtuwene (VAP-HR) dengan elektabilitas 10,2 persen.

Dengan hasil ini, Ikrama optimis Olly-Steven sangat sulit dikejar rivalnya di Pilkada Sulut 2020. Apalagi Pilkada tinggal 39 hari. Mengejar selisih 40 persen dalam rentang waktu tidak sampai dua bulan, kata Ikrama, belum pernah terjadi di perpolitikan Indonesia.

“Belum ada kasus politik, bisa mengejar dengan selisih 40 persen,” kata Ikram. Hanya pernah ada paslon di Pilkada Jawa Barat 2018, yakni duet  Sudrajat-Syaikhuyang pernah menaikkan sampai 20 persen elektabilitasnya dalam rentang waktu sebulan. “Kalau 40 persen belum pernah ada kasusnya,” sambung Ikrama dalam konperensi pers di Gran Hotel Manado, Jumat (31/10).

Dia menambahkan, Olly-Steven hanya bisa terkejar jika ada kejadian luar biasa atau ‘tsunami politik’ yang menggerus paslon petahana tersebut. Seperti halnya kemenangan Gerald Rudolph Ford, Jr di Pilpres AS Tahun 1974, ketika petahana Presiden Nixon harus mengundurkan diri karena terlibat kasus menghebohkan bernama Watergate.   

Jika tidak ada kejadian luar biasa, lanjut Ikrama, Pilkada Sulut 9 Desember 2020 nanti, bukan lagi soal apakah Olly-Steven akan terkejar, namun lebih pada hitungan toleransi tingkat kekalahan paslon penantang petahana (CEP-SSL dan VAP-HR). Hanya saja, pihaknya tidak ingin jumawa dengan hasil survei ini, karena apa yang disampaikan itu juga mempertaruhkan nama baik lembaga survey LSI.

Oleh sebab itu, LSI masih akan melihat perkembangan Pilkada Sulut. Dia memastikan, pihaknya akan merilis kembali survei dalam waktu dekat jelang Pilkada. “Dua minggu paling lambat kita akan rilis lagi hasil survei,” katanya. Survei tersebut akan memastikan apakah Pilkada Sulut di ambang dua periode atau ada gubernur baru. “Itu kita akan tahu di Bulan November nanti,” katanya. (mon/*)