oleh

Hanny Joost Pajouw, Politisi Muda yang Konsisten di Jalur Politik

HANNY Joost Pajouw (HJP) adalah salah satu kandidat yang kembali akan bertarung di Pilkada Kota Manado 2020. Politisi Golkar ini merupakan kandidat termuda di antara sejumlah politisi yang akan bertarung di pesta demokrasi 9 Desember 2020 mendatang.

Namun meski berusia muda, pria ganteng kelahiran 24 Juni 1978 ini kaya pengalaman di dunia perpolitikan. Ketika pertama terjun di Pemilu Legislatif 2014 silam, HJP membuat heboh ketika terpilih dengan suara terbanyak dari Dapil Manado menuju kursi DPRD Sulut.

Saat itu Hanny meraih 22.188 suara. Mengalahkan Andrei Angouw dari PDIP yang mengkoleksi 18.785 suara, dan James Karinda dari Partai Demokrat dengan 12.037 suara.

Sebagai pemegang suara terbanyak di legislatif, HJP dipinang PDIP untuk bertarung di Pilkada Kota Manado periode 2015-2020. HJP dipasangkan dengan Gregorius Tonny Rawung. Konsekuensinya, HJP harus mundur dari kursi parlemen.

Sayangnya HJP kalah di Pilkada waktu itu. Yang terpilih adalah duet GSVL-Mor. Ini merupakan kekalahan yang kedua HJP di Pilkada Manado, setelah sebelumnya dia pernah mencalonkan diri berpasangan dengan Anwar Panawar di Pilkada 2010. Pasca Pilkada 2015, HJP yang berlatar pebisnis ini dipercayakan menjabat salah satu kursi penting di BUMD Sulut. Selain itu, dia juga dipercayakan Gubernur Olly Dondokambey sebagai staf khusus.  

Menjelang Pilkada 2020, HJP kembali turun. Dia rela menanggalkan jabatan di BUMD dan staf khusus. “Saya sudah mundur,” aku HJP. Figurnya yang bersih dan smart disertai idealisme untuk membangun daerah, membuat HJP dipinang Partai Demokrat untuk maju di pesta demokrasi tahun ini.

Ketua Ikatan Nyong dan Noni Sulut (INNS) ini didaulat sebagai calon wakil walikota mendampingi Mor Bastiaan sebagai calon walikota dari Demokrat. Mor adalah petahana yang saat ini menjabat Wakil Walikota. Konsistensi HJP di jalur politik kembali teruji. Keinginannya untuk memberi diri sebagai kepala daerah untuk memberi yang terbaik bagi masyarakat di Kota Manado, membuat HJP menjadi satu-satunya politisi muda yang maju di Pilkada Manado untuk ketiga kalinya.        

Komitmen Mor-HJP untuk berjuang bersama sudah tak diragukan lagi. Meski begitu, keduanya masih harus berjuang hingga ditetapkan sebagai calon walikota/wakil walikota di Pilkada Manado 2020-2024. Salah satu kandala yang harus diatasi adalah mencari koalisi partai. Sebab Demokrat masih butuh koalisi dalam mengusung pasangan calon. Diperoleh kabar, Demokrat sedang menjajaki koalisi dengan Partai Golkar dan PAN. Koalisi dengan Golkar cukup beralasan karena HJP sendiri masih merupakan politisi Beringin.

Jika terealisasi koalisi Demokrat, Golkar dan PAN mengusung Mor-HJP, pasangan ini akan menjadi salah satu favorit di Pilkada Manado pada 9 Desember 2020 nanti. (vil/*)