oleh

Gunakan Riset dan Pengembangan, Unsrat Produksi Massal Hand Sanitizer Berbahan Cap Tikus

KOMENTAREN.NET, Manado – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus meningkatkan pengawasan dan pencegahan atas mewabahnya virus corona (Covid-19). Melalui Fakultas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Unsrat akan memproduksi antiseptik dan hand sanitizer sekitar 100 liter/hari dengan menggunakan bahan Cap Tikus, produk alkohol tradisional.

Dekan FMIPA Unsrat, Prof Benny Pinontoan menyampaikan bahwa produksi antiseptik dan hand sanitizer massal ini wujud kepedulian Unsrat sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus covid di masyarakat. Untuk tahap pertama produk ini untuk kalangan warga kampus namun akan diproduksi massal untuk masyarakat umum. “Semoga dapat membantu untuk pencegahan virus dan bentuk pengabdian dan kepedulian Unsrat pada masyarakat,” ucapnya, Sabtu (21/03/2020).

Sementara itu, Kepala Jurusan Fisika FMIPA Unsrat, Dr Hanny Sangian yang merupakan otak dibalik pembuatan Cap Tikus menjadi alkohol 96% mengatakan teknologi antiseptik dan hand sanitizer dibuat berdasarkan paten dengan nomor register P14201803714 dengan holder Unsrat.

“Kami menggunakan teknologi reflux dengan packing material berpori. Untuk itu, kami menambahkan aroma dari essential oils untuk meminimalkan bau cap tikus yang cukup menyengat,” terang pemilik Publikasi 19 Jurnal Terindeks Scopus dan Index Author 5 ini.

Dia menjelaskan pentingnya menggunakan riset dan pengembangan dalam pembuatan antiseptik dan hand sanitizer. “Antiseptik dan hand sanitizer yang diracik di laboratorium Unsrat ini sudah standar WHO dan melalui analisis komposisi, jadi aman digunakan,” kata Sangian yang merupakan satu-satunya Doktor Teknik Kimia di Sulawesi Utara.

Sangian menambahkan, Unsrat membuka ruang untuk lembaga atau instansi lain jika ingin memproduksi hand sanitizer. Menurutnya, tim ahli yang ada di laboratorium siap membantu pihak terkait jika memang ingin memproduksinya. “Ada juga UKM Seho Minahasa dibawah pimpinan Yan Mongula yang sejak 2017 bekerjasama LPPM Unsrat,” ungkapnya.

Adapun saat ini, FMIPA Unsrat telah membeli sekitar ratusan liter Cap Tikus asal Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan guna diubah menjadi alkohol 96%. Nantinya alkohol dari bahan Cap Tikus tersebut akan dibuat antiseptik dan hand sanitizer secara massal. Rencana Unsrat akan memproduksi antiseptik dan hand sanitizer sekitar 100 liter/hari.(bil)