oleh

Gubernur Olly Tidak Ingin Hasil PCR Ditutup-tutupi

TINGGINYA penambahan kasus harian positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) dalam beberapa hari terakhir ini, juga dipicu intensnya laboratorium PCR melakukan pengujian sampel yang masuk.

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tidak ingin menutup-nutupi pengumuman hasil swab, sebagaimana yang ditengarai terjadi di tempat lain.

Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw mengakui, tingkat pemeriksaan laboratorium PCR di Sulut merupakan salah satu tertinggi intensitasnya di Indonesia. “Pemeriksaan lab di Indonesia ini, kita boleh bangga, karena presentasinya kita paling tinggi. Penetrasi ini sangat bagus karena kita boleh tahu mana yang jadi penyebaran. Ada teori gunung es “dipermukaan tidak tinggi padahal di dalam besar sekali”, ini jangan sampai terjadi di daerah yang kita cintai ini, dan itu tidak terjadi di Sulawesi Utara,” papar Kandouw.

Wagub Kandouw juga mengapresiasi semakin meningkatnya jumlah kesembuhan pasien Covid-19 di Sulut. “Perlu diketahui disisi lain juga di Sulut yang mengalami kesembuhan juga tinggi,” ungkapnya.

“Jadi jangan hanya melihat outputnya, tapi lihat juga inputnya bahwa ini fakta. Kalau di daerah lain tes swab dan lain-lain oleh beberapa pemerintah daerah tidak mau diumumkan, tapi Pak Gubernur kita mau jangan ada yang ditutup-tutupi, lebih masif lebih bagus, lebih banyak lebih bagus,” tukas Kandouw yang membuka kegiatan Sulut Berdoa secara online di Manado, Jumat (10/07/2020).

Sulut Berdoa merupakan doa bersama dari rumah masing masing, doa untuk Bangsa Indonesia khususnya Sulut dalam menangani Pandemi Covid-19 yang digelar Pemprov Sulut, bekerjasama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja, Lembaga Kerohanian Kristen, Pelayanan Siswa Kristen, Pelayanan Mahasiswa Kristen dan Jaringan Tim Evang Sulut. (hms/vil)