oleh

Olga Melo Terpilih Direktur Polimdo 2020-2024

OLGA E. Melo SST MT terpilih dengan suara terbanyak dan unggul atas dua rivalnya Prof DR Debby Willar dan DR Daisy Sundah, pada Pemilihan Direktur Polimdo 2020-2024, Jumat (26/06/2020).

Melo berhasil meraih 19 suara diikuti Prof Willar 17 suara dan Dr Dessy Sundah 1 suara. Hasil ini dibenarkan Ketua Senat Polimdo, Octavianus Lintong. “Yah benar,” katanya kepada komentaren.net.
Jika dilihat hasil suara yang diraih, Melo sudah meraih suara 50 persen lebih dan berhak menyandang Direktur terpilih Polimdo yang baru. Pasalnya, calon direktur dikatakan sebagai pemenang bila memperoleh suara lebih dari 50% atau 18,5 yang dibulatkan 19 suara.

Seperti diketahui, jumlah suara total untuk pemilihan calon direktur Polimdo adalah 37 suara. Perinciannya 24 suara (65%) senat ditambah suara menteri 35/65 x 24 atau sama dengan 12,9 yang dibulatkan 13 suara (35%). Ini berarti setiap anggota senat memiliki 1 suara sedangkan menteri memiliki 13 suara.

Hal menarik lainnya, Pemilihan Calon Direktur (Cadir) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang sedang digelar di Lantai IV Gedung Polimdo, Jumat (26/06/2020) itu, berlangsung ‘semi online’. Artinya, para voter yakni anggota senat dan wakil pihak kementrian, ada yang hadir langsung namun ada yang hanya lewat daring online.

Sejumlah anggota senat dilaporkan ‘hadir’ lewat fasilitas online dari rumah saja. Ada juga yang datang ke kampus, namun memilih ‘hadir’ lewat daring menggunakan handphonenya. Sedangkan pihak menteri selaku pemilik 35 persen suara yang diwakili Dirjen Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wikan Sakarinto juga memilih daring online. “Yah Pak Menteri lewat daring diwakili Dirjen,” ungkap seorang anggota senat.

Demikian halnya dengan tiga calon direktur, tidak semuanya hadir secara fisik di dalam ruangan pemilihan. Calon Direktur Nomor 3, DR Daisy I E Sundah memilih untuk hadir secara daring. “Bagi yang hadir daring, suara mereka dikirim lewat aplikasi google form. Sedangkan yang hadir langsung dengan kertas suara.” (vil/*)