oleh

Fraksi NasDem Bertekad APBD 2020 Harus Restoratif dan Pro Rakyat

KOMENTAREN.NET, Manado – Langkah inovatif dan produktif ditampilkan Fraksi Partai NasDem DPRD Sulut. Hari Senin (21/10), Fraksi Partai NasDem menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang menampilkan sejumlah nara sumber yang ahli dan berkompeten.

Saat pembukaan, Wakil Ketua DPRD, Dr Victor Mailangkay SH MH menyampaikan bahwa FGD ini dilakukan menyongsong pembahasan RAPBD 2020. “Dengan FGD ini, Fraksi Partai NasDem ingin melibatkan semaksimal mungkin keterlibatan rakyat yang adalah pemilik uang dalam APBD. Berbagai masukan dan usulan yang disampaikan nara sumber memang bukan menjadi sikap resmi fraksi Partai NasDem tapi akan menjadi bahan baku Fraksi dalam pembahasan dan menyikapi RAPBD 2020. Kami ingin meningkatkan peran Fraksi Partai NasDem sehingga dalam pembahasan RAPBD 2020 bisa restoratif dan pro rakyat,” ujar legislator Partai NasDem ini.

Sejumlah nara sumber mengingatkan agar Fraksi Partai NasDem bisa berperan untuk membela kepentingan rakyat dalam pembahasan RAPBD 2020. “Jangan sekali-kali mempermainkan uang rakyat,” ingat Dr Jerry Massie.

Sedangkan nara sumber lainnya yakni Prof Dr Urbanus mendorong agar legislator NasDem mengecek langsung ke lapangan berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat. “Jangan dengar dari sumber-sumber yang belum tentu dipercaya. Yang katanya-katanya. Cek langsung ke lapangan, dengar langsung dari rakyat,” tegasnya. Sedangkan Dr Arie Kawulur dan Dr EN Walewangko mendorong Fraksi Partai NasDem agar dalam pembahasan RAPBD mengutamakan dan memperjuangkan belanja yang berkualitas.

Diakhir FGD, Ketua Fraksi Partai NasDem, Nick Adicipta Lomban menyatakan berbagai masukan dan ide serta harapan para nara sumber akan dikolaborasi sehingga fraksi Partai NasDem bisa berperan lebih baik dalam mewujudkan APBD 2020 yang restoratif dan pro rakyat.

“Seperti sambutan presiden Jokowi, berbagai program jangan hanya “sent” atau terlaksana. Harusnya program yang dilakukan harus “delivered”. Manfaat program harus benar-benar dirasakan. Jangan hanya output, harus outcome bahkan benefit untuk rakyat,” pungkas Lomban.(mon)