oleh

FH Unsrat Lolos Kompetisi Debat Konstitusi Nasional

KOMENTAREN.NET, MANADO – Sudah lama Fakultas Hukum (FH) tak mengirimkan perwakilan untuk bersaing di debat konstitusi yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (RI), Sabtu (23/04) akhir pekan lalu. Di bawah pimpinan Dekan Dr Flora Kalalo SH MH, tim debat FH Unsrat berhasil mendapatkan peringkat keempat pada Lomba Debat Konstitusi Mahasiswa Perguruan Tinggi se Indonesia XII Bagian Timur, sejak terakhir kali bertanding di nasional pada delapan tahun lalu.

“Target kami menjadi juara grup, tetapi puji Tuhan bisa lolos sampai dengan empat besar. Apalagi sudah cukup lama tidak merasakan lolos ke debat tingkat nasional,” tutur Toar Palilingan, Dosen pembimbing regu Fakultas Hukum Unsrat. Toar mengatakan akan mempersiapkan tim untuk lebih baik lagi di tingkat nasional yang akan berlangsung di Jakarta beberapa waktu ke depan.

Ditambahkan Dekan FH Unsrat, Dr Flora Kalalo SH MH, bahwa debat Konstitusi mahasiswa merupakan kegiatan penting untuk menyampaikan nilai-nilai penting Pancasila kepada orang lain. “Paling tidak memudahkan tugas Mahkamah Konstitusi dalam mensosialisasikan Pancasila dan Konstitusi kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Flora lomba ini dapat meningkatkan pengetahuan Mahasiswa mengenai isu konstitusi. “Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak, semoga FH Unsrat bisa menjadi juara di tingkat nasional. Selain bisa menggenjot semangat mahasiswa dalam memahami dan mengkaji konstitusi dan pancasila, dan juga sangat menunjang peningkatan akreditasi kampus kita tercinta,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahkamah Konstitusi, Prof Dr Guntur Hamzah, mengatakan kompetisi debat konstitusi ini merupakan yang kali kedua belas diselenggarakan. Selain di regional tengah, acara tersebut juga dihelat di regional barat dan timur. Pemenang dari masing-masing regional nantinya akan bertanding di tingkat nasional pada Agustus mendatang.

Disampaikan Prof. Guntur Hamzah, kegiatan ini antara lain bertujuan untuk menyosialisasikan perubahan UUD Tahun 1945 dan menumbuhkan kesadaran berkonstitusi, meningkatkan kemampuan mahasiswa mendalami dan memahami masalah-masalah Pancasila dan konstitusi, serta mendorong peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan teks konstitusi  dengan perkembangan dan dinamika praktik ketatanegaraan masa kini.

“Kami juga berharap, kompetisi debat dapat mengembangkan budaya perbedaan pendapat secara konstruktif khususnya dalam memahami implementasi Pancasila dan perubahan UUD Tahun 1945,” ujar Guntur. Ada pun empat besar kompetisi ini yaitu peringkat pertama FH Universitas Airlangga Surabaya, peringkat kedua FH Universitas Surabaya (Ubaya), peringkat ketiga FH Universitas Muhamaddiyah Malang dan peringkat keempat Fakultas Hukum Unsrat.(bil)