oleh

Empat Manfaat Danau Tondano Dinikmati Masyarakat Sulut

KOMENTAREN.NET, Tondano – Kabupaten Minahasa adalah daerah dengan kekayaan dan keindahan alam luar biasa, salah satunya adalah danau Tondano. Selain sebagai sumber air minum dan sumber air untuk keperluan sehari-hari, danau Tondano juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku industri, sarana transportasi air, energi, irigasi, pariwisata, serta sumber protein dari usaha perikanan.

Untuk itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, danau Tondano ditetapkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas sebagai sebagai prioritas untuk membahas solusi kebijakan meliputi sisi perencanaan, kelembagaan, hingga regulasi pengelolaan danau.

Dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Dr Denny Mangala MSi mengatakan bahwa potensi danau Tondano dalam pembangunan berbeda dengan danau lain di Indonesia, karena danau Tondano mensuplai listrik PLTA yg dirasakan oleh penduduk Minahasa Manado dan sekitarnya.

“Kedua sebagai sumber air minum, sumber penghasilan, memberikan suplai terhadap pengembangan pertanian masyarakat yang artinya tidak hanya Minahasa tapi provinsi Sulawesi Utara secara keseluruhan,” tukas Mangala saat acara penerimaan mahasiswa KKN angkatan XVIII tahun 2018-2019 di Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa yang dilaksanakan di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (20/06) kemarin.

Dikatakannya, bahwa pada tahun 1939 Danau Tondano 5600Ha menjadi 3925 ha tahun 2015 serta kedalaman 43m jd 14m. Untuk itu, dirinya meminta untuk menjaga dan merawat danau Tondano agar kedepan tidak menjadi kenangan.

“Peranan danau Tondano yang sangat strategis harus kita jaga. Permasalahan adalah enceng gondok/gulma yang sudah 15-20 persen mengelilingi danau Tondano, karena pertumbuhannya yang sangat cepat, sudah diupayakan oleh pemerintah untuk memberantas.

Peneliti mengatakan untuk membasmi harus zat kimia yang menghentikan pertumbuhannya yang artinya tidak ada lagi kehidupan di danau dan itu tidak kita inginkan,” ungkapnya.

Menurunya, Pemkab Minahasa sudah menempatkan eskavator di titik-titik tertentu di danau. Dan penelitian Dinas Perikanan : pelet/pakan yang tenggelam 30 persen menjadi nutrisi bagi enceng gondok, sementara penelitian Dinas Lingkungan Hidup bahwa salah satu penyebab lajunya pertumbuhan enceng gondok adalah akibat pemakaian pupuk dari masyarakat yang berlebihan juga diserap oleh tanah sampai ke danau dibawah hujan. “Selama 1 bulan 10 hari mahasiswa KKN harus memberikan kontribusi berupa edukasi kepada masyarakat. Ukuran keberhasilan KKN pada saat akan pulang ke kampus dan masyarakat menyatakan rasa kehilangan hal-hal yang baik yang dilakukan oleh mahasiswa KKN,” tutup Mangala.(bil)