oleh

Duterte Tidak Ingin Rute Davao-Manado Gagal (Lagi)

GARUDA merupakan maskapai keempat yang membuka penerbangan reguler Manado-Davao PP.  Penerbangan perdana sejak berhenti selama 12 tahun telah dilakukan Jumat (27 September 2019) lalu. Ketua Badan Otoritas Pengembangan Mindanao, Emmanuel Pinol mendorong agar penerbangan ini akan memperkuat hubungan kerjasama ekonomi dan pariwisata antara Mindanao dan Sulawesi Utara (Sulut) di Indonesia.

Dia melihat, penerbangan Manado-Davao merupakan rute strategis dan penting dalam konektivitas BIMP-Eaga. Hal ini juga memperkuat peran Mindanao melalui Davao, sebagai pintu gerbang dalam ASEAN. Oleh sebab itu, rute Manado-Davao ini harus dipertahankan dan jangan gagal lagi karena akan membawa banyak investor dan wisatawan ke Mindanao.

“Saya tidak ingin ini gagal. Presiden (Rodrigo Duterte) tidak ingin itu terjadi,” tegas Piñol seperti dilansir Sunstar Davao.

Secara terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Dr SH Sarundajang mengatakan, Manado merupakan pusat bisnis dan pintu gerbang ke banyak tujuan di Indonesia, khususnya 17 provinsi di bagian timur Indonesia. Dia mengatakan, penerbangan ini diharapkan menjadi solusi alternatif bagi wisatawan Filipina, terutama di Mindanao untuk mengunjungi Manado dan kota-kota lain di Indonesia.

Sedangkan data Konsulat Jenderal Republik Indonesia menyebutkan, saat ini ada 8.745 orang keturunan Indonesia yang tinggal di Mindanao dan lebih dari 3.000 warga Filipina dan keturunan mereka tinggal di Manado dan kota-kota sekitar lain yang memiliki potensi untuk mengambil keuntungan dari dibukanya kembali rute tersebut. (phs/sbr)