oleh

Dulu PD Pasar Manado Berhutang ke Bank, Sekarang ke Rentenir

 PERSOALAN hutang yang diwariskan direksi lama ke direksi baru di PD Pasar Manado, ternyata bukan baru kali ini terjadi. Informasi yang diperoleh komentaren.net terungkap, bahwa di era peralihan direksi PD Pasar pada Tahun 2016, juga terdapat warisan hutang miliaran rupiah.

Saat itu Dirut PD Pasar dijabat Ferry Keintjem. Saat dilantik sebagai orang nomor satu di BUMD milik Pemkot Manado itu, Keintjem mewariskan hutang dari zaman Dirut sebelumnya. Hutang itu berupa tunggakan pembayaran BPJS, leasing mobil dan pinjaman dari BRI.     

Namun selang peralihan Dirut yang baru, dari Keintjem ke tangan Stenly Suwuh yang menjabat Dirut Januari 2019, hutang itu sudah berhasil terbayarkan. Artinya PD Pasar di era tahun 2016-2019, mampu mengatasi persoalan hutang tersebut.

Bahkan saat peralihan ke direksi baru Tahun 2019, PD Pasar memiliki ‘surplus’ ratusan juta rupiah. Namun pada tahun 2019-2020, PD Pasar kembali harus berhutang. Gaji Badan Pengawas, direksi dan karyawan menunggak.

Salah satu alasan merosotnya keuangan PD Pasar disebut-sebut karena imbas pandemi Covid-19, dimana aktivitas jual beli di pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Manado turun drastis.

Hal itu membuat Dirut Stenly Suwuh waktu itu mengharuskan untuk kembali meminjam uang. Pada Bulan Agustus 2020, direksi mendapatkan pihak ketiga yang bersedia meminjamkan uang. Hanya saja uang dari rentenir ini diketahui hanya Rp2 Miliar. Dan akhirnya PD Pasar yang diwakili Dirut Stenly Suwuh melakukan perjanjian peminjaman dengan rentenir berinisial ML. Uang Rp2 Miliar pun diserahkan ke PD Pasar dengan bunga 10 persen.

Hingga 2021, PD Pasar telah mencicil. Namun masih terdapat hutang Rp1 Miliar yang harus dibayarkan. April 2021 lalu, Suwuh dicopot sebagai Dirut PD Pasar dan digantikan Jootje Rumondor. Rumondor sebelumnya menjabat Kabanwas PD Pasar.

Namun seiring pergantian Wali Kota Manado yang dijabat Andrei Angouw dan Wakil Richard Sualang menggantikan GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan, jajaran direksi PD Pasar dirombak. Rumondor diganti. Jabatan Dirut PD Pasar dipegang Roland Roeroe. Ketua Tim Kampanye AARS di Pilkada Manado 2020 ini dilantik 17 Mei 2021.

Dua hari menjabat Dirut, Roeroe bersama Badan Pengawas dan kalangan direksi yang baru, kemudian menyampaikan hal mengejutkan ke pers, bahwa PD Pasar yang ditanganinya sekarang mewarisi hutang miliaran rupiah dari direksi lama. Sejarah pun berulang.   

Langkah awal yang dilakukan Roeroe cs adalah meminta audit pihak inspektorat dan BPKP terkait hutang dan masalah keuangan di PD Pasar Manado. Bahkan Roeroe menyebut, ada kesan PD Pasar ditinggalkan hancur oleh direksi sebelumnya.

Selain hutang ke rentenir dengan bunga 10 persen, PD Pasar juga menunggak pembayaran gaji karyawan. Roeroe menyebut, ada sekitar 600 karyawan di PD Pasar.

Seperti diketahui, PD Pasar selaku BUMD milik Pemkot Manado, memiliki potensi pemasukan dari sejumlah aset yang dimilikinya. Di antaranya dua pasar besar di Manado yakni Pasar Pinasungkulan dan Bersehati. Berikut potensi pemasukan juga berasal dari pasar lainnya seperti Pasar Orde Baru di Paal Dua, Pasar Restorasi di Malalayang, Pasar di Bahu dan Buha. Salah satu pemasukan yang cukup besar juga diperoleh PD Pasar dari President Shopping Center, kawasan perdagangan di Pusat Kota Pasar 45.

Potensi pemasukan yang kini seolah-olah tidak lagi bisa mengimbangi dengan pengeluaran di PD Pasar, disebut-sebut karena imbas pandemi, dimana aktivitas jual beli di pasar menurun jauh, sebagaimana alasan direksi lama ketika harus meminjam ke rentenir.

PD Pasar Manado sendiri sampai saat ini tidak memberi PAD resmi ke APBD Kota Manado. Profit yang dihasilkan, dipakai untuk menjalankan Perusahaan Daerah tersebut, baik operasional maupun membayar gaji direksi dan karyawan atau penambahan fasilitas.

Sudah menjadi rahasia umum, gaji jajaran direksi PD Pasar sangat menggiurkan. Untuk Dirut disebut-sebut mencapai angka Rp75 sampai 80 jutaan per bulan. Dan jajaran direksi berada di level kisaran Rp40-70 juta. Sedangkan Badan Pengawas lebih kecil, namun di atas Rp12 jutaan.

Di era pandemi ini, PD Pasar sudah saatnya melakukan efisiensi, mulai dari standard gaji direksi dan mengatur jumlah karyawannya sesuai kebutuhan yang saat ini terbilang banyak (600 orang). Di sisi lain, manajemen PD Pasar perlu melakukan inovasi dalam upaya menggairahkan kembali aktivitas di pasar sebagai sumber pendapatan terbesar. Menarik ditunggu episode selanjutnya dari PD Pasar Manado ini. Roeroe berkomitmen akan bekerja professional dan siap menghadapi berbagai permasalahan PD Pasar yang saat ini boleh dikata sedang sakit. Semoga PD Pasar kembali sehat. (rik/tim*)