oleh

Dua Ranperda Ditetapkan Menjadi Usulan DPRD, Fraksi Partai Golkar Ingatkan Hal ini

KOMENTAREN.NET- Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Sulut menuntaskan pembahasan dua Ranperda yakni Perlindungan Disabilitas serta Pengendalian Sampah Plastik.

Senin (24/05), DPRD menggelar rapat paripurna penetapan dua ranperda tersebut menjadi Ranperda insiatif dewan untuk dibahas dan lima fraksi di DPRD setuju untuk dibahas sesuai aturan dan mekanisme.

Fraksi Partai Golkar menilai dua Ranperda ini sangat penting karena permasalahan sampah plastik serta perindungan penyandang disabilitas perlu diatur untuk peningkatan ruang peran pemerintah.

“Oleh Karena itu perlu adanya payung hukum di Sulut untuk mengatur kewenangan pemerintah terlebih peningkatan ruang untuk perlindungan penyandang disabilitas serta penanganan sampah plastik,”ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, Cindy Wurangian.

“Dari Fraksi Partai Golkar, kita perhatikan perhatian pemerintah terhadap para penyandang disabilitas pasti banyak ruang untuk dilakukan peningkatan sebagaimana juga sudah diamanatkan pada undang-undang nomor 8 tahun 2016 agar Ranperda ini nanti bisa mengatur secara komprehensif melalui pendekatan segala bidang apakah bidang kesehatan, bidang pendidikan, lapangan pekerjaan, dan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya agar bisa terwujud kehidupan bagi para penyandang disabilitas yang lebih berkualitas lebih adil lebih sejahtera lahir dan batin lebih Mandiri dan lebih bermartabat,” jelas legislator tiga periode tersebut.

Sementara, terkait Ranperda tentang Pengendalian Sampah Plastik, menurut politisi dapil Minut-Bitung ini, FPG melihat saat ini kesadaran dari masyarakat masih kurang atau belum disiplin dalam membuang sampah penanganan dari pemerintah pasti juga ada ruang untuk peningkatan.

Oleh karena itu dikatakan Wurangian, kedua ranperda menurut FPG layak disetujui untuk dibahas di tingkat lanjut.

Menutup penyampaian fraksinya, Cindy mengungkapkan kata-kata bijak untuk direnungkan dalam pelaksanaan dua Ranperda ini jika sudah ditetapkan.

“If you wanna change the world, you change your nation. If you wanna change your nation, you change your family.  If you wanna change your family, you change yourself.  If you wanna change yourself, you change your character, your habit and you change morally  (Jika Anda ingin mengubah dunia, ubahlah dulu bangsamu. Jika Anda ingin mengubah bangsamu, ubahlah dulu keluargamu. Jika Anda ingin mengubah keluargamu, ubahlah dulu dirimu. Jika Anda ingin mengubah dirimu, ubahlah dulu karaktermu, kebiasaanmu dan berubahlah secara moral),” ucapnya.

“Jadi ketika ingin masyarakat berubah,  kita ingin pemerintah melakukan sesuatu yang lebih baik terhadap para penyandang disabilitas maupun terhadap pengendalian sampah plastik. Marilah kita memulai dari diri sendiri. Kalau ada sampah di oto, jangan buang di luar jendela. Buang di tempat yang seharusnya. Kalau kita lihat orang-orang tidak bisa melihat ada di jalan dan sedang dalam kesulitan, marilah kita bantu.Mulailah dari diri sendiri,” pungkasnya.(mon)