oleh

Disnakertrans Sulut Bakal Periksa Khusus Perusahaan Citraland

Manado, Komentaren.net – Terkait hearing yang dilakukan Komisi IV DPRD Sulut terhadap Manajemen PT Ciputra Internasional Cabang Manado (Citraland), di Ruang Serba Guna DPRD, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara menyatakan, akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap perusahaan yang mengelola Perumahan Citraland Manado.

Hal itu terungkap dalam hearing Komisi IV DPRD Sulut bersama pihak manajemen PT Ciputra Internasional Cabang Manado dan Forum Warga Citraland (Forwarga Citraland), Senin (08/03/2021).

Dalam hearing yang dihadiri GM Citraland Sofyan Khabib didampingi Koordinator City Manajemen Fredy Kawulur dan Koordinator Teknik Citraland Abdul Kamid, pihak Komisi IV melalui Braien Waworuntu, Melky Jakhin Pangemanan dan Careig Naichel Runtu sempat mempertanyakan soal adanya laporan, soal tidak diperolehnya hak-hak karyawan dan pekerja di Citraland sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan.

Menyikapi hal itu, Disnakertrans Sulut yang diwakili Elrick Richard Takasanakeng dalam dengar pendapat itu mengatakan, pihaknya akan segera turun melakukan pemeriksaan di PT Ciputra Internasional Cabang Manado selaku pengelola Citraland di Manado dan Minahasa.

“Kami akan melakukan pemeriksaan khusus perusahaan ini (Citraland) dengan perusahaan yang bekerja dan bermitra dengan bapak. Kami ingin mengetahui, perusahaan perusahaan apa saja yang bekerja dengan bapak. Apakah itu memenuhi undang-undang ketenagakerjaan dan lainnya,” kata Takasanakeng ditujukan kepada GM Citraland dan jajaran yang hadir dalam hearing.  

Sehubungan dengan pengecekan dan pemeriksaan tersebut, dia meminta pihak manajemen Citraland agar menyiapkan dokumen terkait hal tersebut. “Akan kami periksa, dan kiranya bisa dipersiapkan, sebelum kami nantinya keluarkan produk-produk (hukum),” tukasnya.

Seperti diketahui, dalam hearing manajemen Citraland dan Forwarga Citraland, ada beberapa persoalan yang diangkat terkait pelayanan pihak Citraland yang mengabaikan kenyamanan, keamanan dan ketentraman warga penghuni perumahan tersebut.

Personil Komisi IV James Tuuk dalam hearing mengatakan, jika pelayanan Citraland terhadap warga banyak dikeluhkan warga perumahan, berarti ada hal yang salah terkait pendekatan komunikasi pihak manajemen dengan warga Citraland sendiri.

Dia malah menegaskan, dari keluhan warga soal kenyamanan dan keamanan yang tidak memuaskan yang diberikan pihak Citraland, itu berarti ada upaya penipuan terhadap warga penghuni yang notabene adalah warga Sulawesi Utara. Warga penghuni, katanya, datang untuk tinggal dan berinvestasi di Citraland, karena ingin mendapatkan hunian dan lokasi bisnis yang nyaman dan aman sebagaimana janji yang diberikan. “Kalau fasilitas itu tidak memuaskan, itu artinya ada penipuan dari Citraland,” katanya menyinggung fakta kasus pernah terjadi longsor di sejumlah rumah di Citraland yang mengakibatkan korban jiwa, sebagai salah satu bukti kenyamanan dan keamanan terabaikan. (rik)