oleh

Diresmikan Jokowi, KEK Bitung Serap 34.710 Naker

KOMENTAREN.NET, MANADO – Setelah diusulkan sejak 2014 silam dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2014, akhirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung diresmikan Presiden Joko Widodo, Senin (01/04) lalu. Turut diresmikan KEK Morotai, Maloy Batuta Trans Kalimantan, serta Rusun Mahasiswa IAIN Manado dan UKIT Tomohon. Peresmian dipusatkan di Bandara Sam Ratulangi Manado.

KEK Bitung sendiri ditargetkan dapat menarik investasi Rp 35,2 triliun dan menyerap 34.710 tenaga kerja (naker), serta dapat memberikan efek terhadap perekonomian nasional hingga Rp 92,1 triliun pada 2025. KEK Bitung telah mendatangkan beberapa investor dengan total komitmen investasi sebesar Rp 3,8 triliun. Salah satunya adalah Futai Indonesia yang bergerak di bidang industri pengolahan kertas daur ulang dengan komitmen investasi sebesar Rp 2,8 triliun.

Sedangkan secara total, ketiga KEK ini ditargetkan bisa menarik investasi hingga Rp 110 triliun dan menyerap 120 ribu tenaga kerja. Presiden Jokowi berharap dengan adanya KEK, industri pengolahan dan industri lainnya bisa berkembang di dalam negeri. “Sehingga kita tidak lagi sekedar mengekspor bahan mentah, melainkan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” kata Jokowi dalam keterangannya saat peresmian tiga KEK tersebut didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey serta para kepala daerah di ketiga KEK.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, KEK Bitung akan disupport proyek strategis nasional.

“Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung keberlangsungan KEK Bitung di antaranya adalah Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan Jalan Tol Manado-Bitung,” kata Darmin yang menjabat Ketua Dewan Nasional KEK. Pada Pelabuhan Hub Internasional Bitung, telah dibangun Terminal Petikemas Bitung dengan kapasitas 500 ribu Teus per tahun. Sementara itu, Jalan Tol Manado-Bitung sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan dapat beroperasi di bulan Oktober tahun 2019.

Jalan Tol sepanjang 39,9 kilometer ini memiliki kapasitas 14 ribu kendaraan per hari. Kemudian KEK Morotai yang fokus pada industri pengolahan perikanan, pariwisata, dan logistik. KEK ini ditargetkan dapat menarik investasi Rp 37,24 triliun dan menyerap 30 ribu tenaga kerja. KEK Morotai diproyeksikan berkontribusi terhadap perekonomian nasional hingga Rp 1,45 triliun pada tahun 2025. Hingga kini, KEK Morotai telah menghadirkan komitmen investasi sebesar Rp 455 miliar, berasal dari PT Jababeka Morotai yang juga merupakan pengelola KEK tersebut. Investasi ini diwujudkan melalui pembangunan loft studio senilai Rp 150 miliar, serta street mall dengan nilai investasi Rp80 miliar. Dalam waktu dekat juga akan masuk pelaku usaha baru, yakni EBD Paragon yang membangun hotel/resort senilai US$ 15 juta (Rp 225 miliar).

Sementara KEK MBTK memiliki kegiatan utama industri pengolahan kelapa sawit, industri energi, dan logistik. KEK ini ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp 37,71 triliun dan menyerap 55.700 tenaga kerja. KEK MBTK diproyeksikan berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp 4,67 triliun pada tahun 2025. KEK MBTK telah mendatangkan beberapa investor dengan total komitmen investasi sebesar Rp 995 miliar. Investor tersebut di antaranya Kilang Kaltim Continental yang bergerak di bisnis kilang BBM dengan komitmen investasi sebesar Rp 945 miliar dan Anugerah Energitama yang bergerak di bidang bisnis tangki timbun dengan komitmen investasi Rp 50 miliar. Dengan peresmian 3 KEK ini, maka total KEK yang telah beroperasi genap menjadi 10 KEK. Dua KEK lainnya, yakni KEK Sorong dan KEK Tanjung Api-Api ditargetkan untuk beroperasi pada semester I tahun ini.

Selain ketiga KEK, dalam kesempatan itu Presiden Jokowi secara simbolis juga meresmikan Rumah Susun Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado dan Rumah Susun Mahasiswa Universitas Kristen Tomohon.

Presiden Jokowi berharap dengan telah diresmikannya ketiga KEK itu agar industri pengolahan, industri-industri yang lain, pabrik-pabrik segera buka di kawasan-kawasan tersebut. Sehingga diharapkan terbuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.

“Ini sudah mulai. Tadi saya tanya ke Pak Gubernur, yang di Bitung sudah mulai, kemudian juga banyak investor baru yang mengantri di situ. Morotai juga tadi Pak Gubernur Maluku Utara juga sudah menyampaikan sudah dimulai di sana, tetapi minta fasilitas bandaranya lebih diperpanjang lagi. Dan di Maloy Batuta juga sama,” kata Presiden.

Agar daya saing (competitiveness) bisa bersaing dengan produk-produk yang lain dan lebih efisien, menurut Presiden, selain membangun kawasan-kawasan ekonomi khusus, fasilitas infrastruktur pemerintah juga wajib memenuhi.

Ia menunjuk contoh misalnya kawasan ekonomi khusus di Bitung, nanti selesai jalan tol Bitung – Manado. “Tadi sudah saya cek, sudah delapan puluh persen selesai. Insyaallah nanti September, maksimal Oktober operasional sudah kita resmikan,” ucapnya.

Selain itu, Presiden Jokowi berharap kehadiran tiga KEK itu akan mendorong terjadi pemerataan pembangunan karena di kawasan Timur, di Maluku Utara, di Sulawesi Utara. Jika sebelumnya produk dari daerah sekitar KEK diekspor dalam bentuk barang mentah, diharapkan nantinya akan ada pengolahan industri di dalam negeri. Baik untuk perikanan, tadi ada investor industri pengolahan ikan, baik nanti kelapa sawitnya, dan juga produk-produk perkebunan yang lain, termasuk di dalamnya pariwisata.

Dengan mengekspor bahan-bahan yang sudah diolah, lanjut Presiden, nantinya akan ada nilai tambah, ada added value yang diharapkan juga memberikan lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan penilaiannya, bahwa sudah banyak yang berubah di Kota Manado dan Sulawesi Utara. “Jalan gede-gede semakin banyak, jalannya gede-gede. Penataan kotanya juga saya lihat, khususnya di Manado juga sudah berubah. Dan saya lihat kalau malam ekonomi juga kelihatan berkembang, berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Kota Manado pada bulan September/Oktober mendatang, sekaligus untuk meresmikan jalan tol Manado-Bitung. (hms/sbr)