oleh

Dinilai Janggal, HBL Kawal Kasus Penikaman di Mitra

Minahasa, Komentaren.net – Kasus penikaman di Minahasa Tenggara (Mitra), yang terjadi pada Selasa (6/11/21) dengan terdakwa Switly Kairupan, Arfi Momuat dan Kenzi Neman, mendapatkan perhatian dari anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut (HBL).

Pada sidang lanjutan ke-4 atas dugaan penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Tondano pada Rabu (3/11/21), kuasa hukum mereka, Notje. O. Karamoy, SH. mengajukan 2 saksi.

“Dalam persidangan kali ini, kami mengajukan saksi yang meringankan. Namun hanya 1 saksi yang sudah diperiksa, 1 saksi lagi tidak bisa memberikan keterangan karena dirinya dalam keadaan cemas sehingga ketika diwawancara labil. Takutnya kebenaran murni tidak bisa terungkap nantinya,” kata Karamoy.

Menurut Karamoy, pihaknya melihat ada kekeliruan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari ketiga kliennya.

” Sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa berdasarkan laporan polisi, karena terbukti dari beberapa saksi sampai kepada saksi Gerry yang dihadirkan tadi mengatakan bahwa ketiga terdakwa ini tidak ada dilokasi waktu kejadian,” ujarnya.

Sementara dalam dakwaannya pada laporan polisi, lanjut dia, mereka yang dituduh melakukan penganiayaan pencurian dengan keberatan.

” Kenyataannya, setiap orang yang pergi menambang atau ke kebun, di sana harus membawa parang. Itulah yang dilakukan oleh para terdakwa, bahkan pengakuan dari saksi gerry tadi bahwa semua orang yang kesana itu membawa parang, bukan berarti membawa parang dalam rangka suatu niat jahat,” ungkap Karamoy.

Menurutnya, tersangka yang sebenarnya telah mengakui perbuatannya justru tidak ditahan.

“Tersangka tunggal AK (nama inisial,red) pun sudah mengakui dirinya yang melakukan tapi sampai saat ini tidak ditahan karena menurut Jaksa tidak cukup umur. Padahal pengakuan tersangka AK sendiri pada sidang ke-3 minggu lalu dirinya sudah berkeluarga dan punya anak,” ujarnya.

Diketahui, kasus yang terjadi pada Selasa (6/7/2021) di Ratatotok Mitra, dimana pada hari berikutnya (7/7/21) ketiganya ditahan di Polsek Tombatu sebagai tahanan titipan Polres Mitra. Hal tersebut mendapatkan perhatian dari Anggota DPR RI, Hillary Brigita Lasut (HBL) sehingga Ia tergerak untuk mengawal kasus tersebut dan membantu mencari keadilan yang sebenarnya.

“Setelah mendapat laporan serta kronologis kasus ini dari keluarga, saya merasa sangat janggal. Dan saya akan mengkonfirmasi ke pihak polres dan polda terkait kasus ini,” kata Hillary Lasut.

Menurutnya, Ia juga akan mengawal persidangannya.

“Karena fakta persidangan hari ini pun terbukti bahwa BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red) yang dilakukan Polres Mitra banyak kesalahan. Contohnya yang paling fatal adalah korban tidak meninggal dunia tetapi ditulis meninggal dunia,” pungkasnya.(nes)