oleh

Dandel Optimis Tidak Ada Penggandaan Covid-19 di Sulut

JUMLAH kasus positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) meningkat cukup signifikan dan telah mencapai 306 kasus sampai dengan data 29 Mei 2020. Meski begitu, adanya kekuatiran telah terjadi penggandaan kasus corona di daerah ini, ditepis Jubir Satuan Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel MPh, Jumat (29/05).  

Seperti diketahui, level penggandaan kasus terjadi jika setidaknya dari setiap kasus Covid-19, akan menginfeksi setidaknya dua orang lainnya. Waktu penggandaan tersebut berlangsung setiap empat hari. Bagaimana dengan Sulut?

“Kami tidak melihat adanya pemendekan waktu penggandaan kasus. Kami optimis tidak terjadi penggandaan penyakit. Moga-moga dinamika itu bertahan sehingga akan terjadinya penurunan kurva,” kata Dandel.

Namun dia mengingatkan, angka tidak bermakna jika tidak dilakukan pencegahan primer oleh masyarakat. “Petugas hanya melakukan pencegahan sekunder. Tindakan primer wajib dilakukan oleh masyarakat,” katanya.

Sejauh ini, pihak petugas telah melakukan rapid test hampir 20.000 orang atau tepatnya 19.289 orang. “itu dari awal sampai saat ini,” ungkap Dandel.

Sedangkan untuk pemeriksaan swab, untuk sepanjang Mei 2020 saja, dimana sejak Sulut memiliki laboratorium PCR sendiri, telah diperiksa 1.851 orang, dari itu 251 positif selama Mei. “Positivity rate sekitar 13,6 persen,” tukas Dandel seraya mengatakan, positivity rate selalu dipantau pihaknya.

Seperti diketahui, positivity rates sangat penting. Karena Positivity rates merupakan rasio antara jumlah kasus yang terkonfirmasi positif dengan total tes yang dilaksanakan di masyarakat. Semakin tinggi persentasenya, maka semakin banyak kemungkinan kasus yang belum terdeteksi.  Positivity rates dapat diketahui dengan membagi angka kasus positif dengan jumlah spesimen. Satu satu orang bisa saja memiliki lebih dari satu spesimen. (vil/sbr)