oleh

Challenge Turnamen Bridge Online Tanpa Kecurangan

Challenge adalah salah satu pilihan untuk bermain bridge sendiri dan bisa dilakukan kapan saja jadi tidak terikat waktu. Maksudnya tidak harus mempunyai pasangan karena pasangan kita termasuk lawan telah disediakan oleh Bridge Base Online (BBO). Ketiga lawan kita adalah Ginsberg’s Intelligent Bridgeplayer (GIB) atau lebih akrab disebut Robot.

Jika kita ingin bermain challenge maka yang diperlu dipelajari adalah sistim yang digunakan robot yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Robot di program bermain sistim natural 2/1 yang cukup popular buat pemain yang akrab bermain di BBO.

Setelah kita menguasai sistim yang digunakan robot maka kita bisa masuk ke BBO kemudian pilih challenge. Setelah itu kita bisa mengundang teman untuk beradu pintar dalam mengelola kartu yang sama. Jumlah board yang dimainkan terserah keinginan kita untuk menentukan. Selanjutnya ada pilihan untuk memilih best hand atau tidak. Best hand berarti anda akan selalu pegang 12+ HCP. Setelah itu kita akan ajak teman dengan menulis nickname teman dari BBO atau juga kita mengundang secara acak karena ada beberapa pilihan.

Model ini ditemukan Bridge Base Online (BBO) beberapa waktu yang lalu dan sempat menjadi ramai di kalangan penggemarnya di Indonesia. Bahkan sudah ada yang mengadakan turnamen bridge challenge, tapi kemudian meredup.

Kali ini kembali muncul, setelah salah seorang pemain Lampung, Bintoro mengambil inisiatif untuk mengadakan turnamen bridge Challenge. Gayung bersambut karena Hariono murid dari Bintoro yang juga pemilik Baruna Nusantara bersedia menjadi sponsor.
Awalnya hanya antara pemain Lampung tapi kemudian pada seri kedua sudah mengundang semua pemain dari Indonesia yang berminat.

Walaupun babak final seri kedua masih berlangsung, kemarin sudah digelar seri ketiga. Menariknya seri ketiga ini diikuti 260 pemain karena dibatas yang terbagi di 13 pool dimana setiap pool terdiri dari minimal 20 pemain.
Pertandingan akan berlangsung ½ kompetisi dengan masing-masing pemain akan saling berhadapan memainkan 16 papan best hand dan 16 papan lagi bebas. Peringkat 1-4 masing-masing group akan lolos ke babak berikutnya.

Bagi para pemenang disediakan hadiah dimana juara 1 mendapat Rp. 1,5 juta, juara 2 Rp. 600 ribu kemudian juara 3 Rp.300 ribu dan peringkat 4 Rp. 100 ribu. Selanjutnya peringkat 6-10 mendapat masing-masing Rp. 50.000.

Hasil sementara untuk seri 2 masih dipimpin beto_obe atau Youbert Sumarauw dari Sulawesi Utara dengan 119,97 disusul Joker Merah atau Alfatihah Reno 105.37 dan Gabriel Sew atau Elwindra yang memperoleh 104.00.

Sementara itu nun jauh disana di Rumania, mereka juga memilih Challenge sebagai turnamen resmi dari Rumania Bridge Federation untuk diadakan secara rutin setiap Minggu. Dengan nama Rumania Challenge Championship mereka mulai gelar turnamen edisi perdana.

Saya yang kebetulan pernah bertanding melawan Zoltán Magyar coordinator dari event ini di Albena, Bulgaria mendapat kehormatan di undang mengikuti event perdana ini. Menjadi satu-satunya peserta asing beruntung masih lolos ke babak kedua yang tadi sudah saya mainkan melawan dua penantang di group saya.

Mengapa mereka memilih model ini ketimbang model yang sudah umum?
Sepertinya ada beberapa pertimbangan, pertama soal fleksibilitas waktu dimana karena bisa dimainkan kapan saja maka perbedaan waktu tidak jadi penghalang. Kedua, tidak ada kecurangan. Ketiga bisa melatih teknik play dan defense serta belajar sistim standar. Keempat melatih kedisiplinan dalam bidding karena harus mengikuti sistim dari robot. Melenceng sedikit, robot tidak perduli dan bidding bisa jadi tidak keruan.

Memang ada kelemahannya karena tidak ada pembinaan partnership disini. Walaupun demikian sebagai sarana berlatih individu, iven seperti ini bisa menjadi pilihan.(*)

(Oleh: Bert Toar Polii)