oleh

BSG Dapat Kucuran Rp1 Triliun, Gubernur Olly Ungkap Alasannya

BANK SulutGo (BSG) masuk dalam 7 bank pembangunan daerah (BPD) yang mendapat kucuran dana triliunan dari pemerintah. Ini setelah Kementerian Keuangan meneken perjanjian kerjasama (PKS) dengan Bank SulutGo, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR), PT Bank DKI Jakarta, dan PT Bank Pembangunan Jawa Tengah. Selain empat bank tersebut, ada tiga bank lain yang masih dalam proses verfikasi yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Bank Pembangunan Daerah Bali, dan PT BPD DIY.

Kepada tujuh bank tersebut, pemerintah menempatkan dana senilai Rp 11,5 triliun. BSG kecipratan Rp1 triliun. Menurut Menteri Sri Mulyani, dana itu digunakan untuk kredit sektor produktif.

“Tidak ada syarat apapun kecuali untuk disalurkan untuk kredit sektor produktif, dan leverage minimum dua kali,” katanya. Lalu kenapa BSK masuk dalam jajaran 7 BPD penerima dana triliunan tersebut?

Hal ini diakui Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. Menurut Olly, memang tidak semua bank daerah dapat. Sulut sendiri tergolong istimewa, karena satu-satunya BPD di luar pulau Jawa yang mendapatkan kucuran dana pemerintah tersebut.   

“Itu karena apa? Karena dia percaya Gubernur akan beking dengan bagus, bukang Gubernur menumpang pa Bank Sulut kong ambe-ambe doi pa Bank Sulut,” ungkap Gubernur Olly.

Gubernur juga mengatakan, pemerintah percaya ke BSG karena melihat Sulut sendiri mampu tumbuh ekonominya 4,2 persen di tengah pandemic Covid-19. “Padahal daerah lain minus. Itu karena torang pe strategi pas,” tambah Olly seraya mengajak, agar masyarakat memperhatikan sektor pertanian, karena di sektor itulah 70 persen pertumubuhan ekonomi datang.

“Kekuatan ekonomi Sulut ada di tangan bapak, ibu, 70% pertumbuhan ekonomi datang dari pertanian, 30% dari tanaman keras, 35% dari tanaman holtikultura, kalau torang kuat pasti ekonomi di Sulut tumbuh terus, sehingga masyarakat tidak kehilangan pekerjaan. Apalagi dibantu oleh Bank Sulut dengan bantuan dana Rp 1 triliun dengan bunga yang murah,” kata gubernur.

Kredit produktif dari dana tersebut, katanya, akan diatur skemanya supaya masyarakat mendapatkan pinjaman dengan bunga yang sangat kecil untuk modal untuk usaha yang lebih baik. (vil/sbr)