oleh

Bapelkes dan Kitawaya Jadi RS Lapangan Darurat Pasien Covid-19 di Sulut

GEDUNG Bapelkes di Malalayang dan Gedung Kitawaya di Kairagi menjadi RS (Rumah Sakit) Lapangan Penanganan Darurat Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini telah disetujui Kementrian Kesehatan RI setelah diusulkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey.

RS Lapangan Penanganan Darurat Covid-19 di Sulut ini dilegitimasi lewat surat bernomor YR.04.01/III/2975/2020, sehingga Gedung Bapelkes dan Kitawaya bisa difungsikan menjadi tempat perawatan pasien corona.

“Pada hari ini telah diterima surat rekomendasi dan persetujuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penetapan RS Lapangan Penanganan Darurat Covid 19 di Provinsi Sulawesi Utara,” ungkap Karo Pemerintahan dan Otda Pemprov Sulut, Dr Jemmy Kumendong yang adalah Tim Kehumasan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut, Rabu (15/7/2020).

Kedua gedung memiliki 350 tempat tidur dengan rincian di Gedung Kitawaya ada 200 tempat tidur, sedangkan Bapelkes memiliki 150 bed. Kedua gedung ini telah direnovasi untuk digunakan sebagai RS lapangan Covid-19.

Dengan fungsinya itu, RS Lapangan di Sulut ini bakal dilengkapi fasilitas peralatan medisnya yang disiapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional (Pusat).

Kehadiran RS Darurat Covid-19 di Sulut ini bakal meringankan beban RS umum di daerah, terutama dalam upaya menghindari terjadinya penumpukan pasien. Fungsi baru gedung Bapelkes dan Kitawaya ini juga bertujuan menurunkan resiko penularan Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Kabar gembira lainnya, Gugus Tugas Covid-19 Sulut menginformasikan, RSUD Manembo-nembo Bitung kini telah meluncurkan Laboratorium Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) GenXpert. Lab ini mampu memeriksa 8 sampai 16 sampel per harinya, serta dipakai untuk diagnosa kasus suspek dan probable Covid 19. (hms/vil)